Akhirnya! Saptuari Sugiharto Bongkar 9 Rahasia Tips Kelola Keuangan Bisnis dan Keluarganya Tanpa Hutang dan Riba

 SilahkanSHARE.com | Semua manusia tentunya sangat menginginkan cara mengelola keuangan dengan baik dan benar. Apalagi bagi mereka yang sudah membangun rumah tangga (keluarga), tentunya masalah keungan sangat penting untuk diperhatikan.

 


Setiap keluarga pasti mempunyai kondisi yang berbeda-beda, entah itu yang baru menikah ataupun untuk mereka yang sudah lama menikah. Selama membangun keluarga pasti akan ada kondisi yang;

  • Suami kerja, istri juga kerja.
  • Suami kerja, istri full mengurus rumah tangga.
  • Suami gak kerja, istri yang kerja.
  • Suami istri sama-sama gak kerja.
  • Suami istri mengurus bisnis bersama.
  • Suami harus menanggung beberapa dapur.. dua, tiga, empat.
    Dan masih banyak kondisi lainnya.

Berikut kami kutip langsung dari beranda pribadi beliau, 9 tips cerdas cara mengelola keuangan bisnis dan keluarga ala Saptuari Sugiharto, semoga jadi inspirasi buat kita semua!

#1. Saya mengurus bisnis, istri tidak terlibat di manajemen, tapi saya masukkan group WA laporan harian. Dia yang sering teliti jika ada kejanggalan angka dan menyampaikan ke saya. 

#2. Istri tidak punya akses ke rekening usaha, tidak bisa transfer/tarik ATM sembarangan apapun alasannya. 

#3. Ada satu rekening dan ATM yang saya kasih ke dia, disimpan di dompetnya, untuk belanja harian, pengeluaran rutin lainnya, atau pas kami makan di luar dia yang bayar dengan ATM itu. 

#4. Setiap awal bulan saya kasih capture laporan total pemasukan keluarga. Kalau ada usaha yang rugi, minus, nombok juga saya sampaikan darimana subsidinya. Karena dia sejak kuliah sudah terbiasa bisnis juga, jualan beras, batik, baju, dll jadi paham dan gak banyak pertanyaan. Resiko dalam berwirausaha.

#5. Kami menjauhi semua bentuk utang dan riba, dan kami tidak menyerahkan uang kami untuk dikelola pihak manapun walaupun dijanjikan investasi dengan profit puluhan persen. Wiss kebal gak mau dengar.

#6. Cara nabung kami tradisional, pas jalan mampir ke toko emas, beli emas batangan dan simpen. Bisa sewa depositbox di bank 500rb setahun atau beli brangkas sendiri. Kalau butuh uang tinggal jual, gak main trading saham-sahaman, forex-forexan atau produk derivatif emas-emasan. 

Kami juga gak punya reksadana dan asuransi apapun. Wiss pokoknya loss dol dari yang begituan, pikiran tenang.

#7. Istri sebagai pengontrol, kalau saya mau membeli sesuatu atau mengeluarkan uang istri saya bisa ngasih masukan untuk ditunda atau hati-hati. Beberapa kali saya meng-cancle sesuatu karena argumennya bisa saya terima.

#8. Saya tidak membatasi belanja istri sekian-sekian, satu ATM saya berikan.. tapi istri juga harus pandai ngerem, tidak pernah belanja barang konsumtif dengan harga mahal. Dia tidak punya barang bermerk mahal, gak pernah pakai anting, kalung, gelang. Kemana-mana hanya pakai jam tangan dan satu cincin sadja. Hidup tanpa harus bergaya sosialita, tanpa peduli penilaian orang ternyata malah bikin hati tenang. 

#9. Istri tidak pernah komplain jika saya mengeluarkan uang untuk bersedekah berapapun, karena paham, amalan ini yang akan mendatangkan untuk kami banyak keberkahan. 

Bagi para suami, kamu adalah pemimpin rumah tangga, dan visi menikah bukan hanya satu-dua bulan, atau tiga-empat tahun, tapi selamanya hingga hari tua. Mulailah sekarang mengatur keuangan rumah tangga dengan tertib, diskusikan dengan pasangan, terbuka dan jujur. 

Istri juga harus pinter ngatur keuangan, beli yang benar-benar dibutuhkan, jangan gampang tergoda membeli barang yang hanya membuat guncang keuangan keluarga. Gak usah ikutan nyicil barang apapun, lebih bagus lagi gak usah usah ikut arisan jenis apapun karena membuka akad utang. 

Jika suami istri sudah seirama dalam mengatur keuangan keluarga, insya ALLAH akan jadi sistem yang bisa menghadirkan ketenangan. 

Makin bisa banyak beryukur setiap hari, sedikit atau banyak hanya soal jumlah, jauh lebih penting adalah BERKAH!

Tulisan terkait lainya yang banyak dibaca dan diSHARE!

No comments