Masjid Fenomenal Jogokariyan, Masjid yang Kas Saldonya selalu NOL Digunakan untuk Umat

silahkanSHARE! | Masjid Jogokariyan Yogyakarta| Tulisan yang ditulis oleh Sufriyantini melalui akun facebook pribadinya ini viral. Tulisan yang ia tulis dengan judul, "Masjid fenomenal Jogokariyan, Yogyakarta, Masjid yang kas saldonya selalu Rp. 0,- saat diumumkan", ini saat ini sudah dishare hingga 79 ribu, 6,4 ribu komentar, dan 56 ribu like, dan terus bertambah.

Kami ingin ikut membagikan tulisan ini karena apa yang ia tulis memang sangat memberi dampak positif, khususnya untuk para pengelola masjid dimanapun anda berada.

Sebuah tulisan yang menceritakan kesuksesan sebuah masjid dikelola dengan sangat baik, sehingga membuat masyarakat di sekitar masjid merasakan manfaat dari sebuah masjid tersebut.

Selama ini kebanyakan para pengelola masjid selalu menyalahkan masyarakat yang tidak mau ke masjid, namun disisi yang lain, apakah sebagai pengelola masjid mereka sudah belajar secara maksimal, bagaimana cara mengelola masjid yang baik, sehingga dengan sendirinya masyarakat akan berbondong-bondong dan berebut untuk selalu datang ke masjid.

Di media-media nasional juga sudah banyak yang meliput keistimewaan dari masjid ini, yang nanti akan kami sertakan juga di bagian bawah dalam format video dan gambar.

Agar lebih jelasnya, silahkan anda baca sampai tuntas tulisan dari Sufriyantini melalui akun facebook pribadinya sebagai berikut;

Jika Masjid lain dengan bangga mengumumkan bahwa saldo infaknya puluhan bahkan ratusan juta rupiah, maka Masjid Jogokariyan selalu berupaya keras agar di tiap pengumuman saldo-infak harus NOL Rupiah !!

Menurut LKM Masjid, Infak itu ditunggu pahalanya untuk jadi amal sholih, bukan untuk disimpan di rekening Bank.

Pengumuman infak jutaan juga dikhawatirkan akan menyakitkan jika tetangga Masjid ada yang tak bisa ke Rumah Sakit karena tak punya biaya atau tak bisa sekolah..

Masjid yang menyakiti Jama'ah adalah tragedi dakwah, sehingga dengan pengumuman saldo infak NOL Rupiah, maka jama'ah lebih bersemangat mengamanahkan hartanya.

Masya Allah...

Bahkan mesjid ini malah mensejahterakan warganya dengan fasilitas wifi gratis, ruang olah raga untuk anak anak dan dewasa, buka puasa 5000 piring nasi setiap hari selama bulan ramadhan..

Masjid juga sanggup mencover warganya yang sakit dengan membawa Kartu Sehat Mesjid ke Rumah Sakit dan Klinik manapun di Jogja, termasuk memberi hibah umrah bagi jamaah yang istiqomah shalat subuh di Mesjid..

إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ فَعَسَى أُولَئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ

“Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut kepada siapapun selain kepada Allah. Maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk” - (QS. At-Taubah 18)

21 Point Terpenting dari Masjid Jogokariyan

Jama'ah sholat shubuh tumpah ruah sampai memenuhi jalanan
Masjid Jogokariyan menjadi masjid percontohan masjid yang makmur kegiatan di seluruh Indonesia.
  1. Masjidnya hanya berlokasi di tanah wakaf 700 m2 tapi dengan 3 lantai, dan hanya masjid kampung (bukan masjid jami').
  2. Kampung Jogokariyan dulunya bukan basis Muslim yang kuat.
  3. Takmir mendata statistik kampung sekitar masjid (yg sudah sholat/belum, yg sholat jamaah ke masjid/belum, yg muslim/non muslim, beserta semua anggota keluarganya) untuk pemetaan target dakwah.
  4. Takmir masjid berusaha menggembirakan masyarakat dan membuat mereka mau bersujud dengan berbagai cara yang syar'i.
  5. Setelah mereka mau datang ke masjid, harus dibuat nyaman dan diisi dengan taklim-taklim ringan.
  6. Takmir tidak boleh memarahi anak-anak yang ramai di masjid, tapi memberikan hadiah makanan ringan kalau tidak ramai dan mengganggu jamaah di masjid.
  7. Yang belum jamaah ke masjid/belum sholat dibuat undangan seperti pernikahan dan disediakan makanan di masjid saat acara sholat jamaah. Makanan ditawarkan pada jamaah yang mau menjadi donatur untuk mentraktir makanan.
  8. Yang belum bisa sholat diajari sholat oleh takmir (di masjid atau di rumah masing-masing)
  9. Kas masjid tidak pernah besar bahkan targetnya adalah 0 (nol) tiap akhir bulan, karena kas masjid yang besar tanda takmir tidak bisa mengelola infaq jamaah menjadi pahala yang segera mengalir ke penginfaq.
  10. Ada sarapan bubur, lontong sayur, susu kedelai, dll tiap minggu ba'da subuh. 
  11. Ada 500 - 1000 nasi bungkus tiap ba'da jumat (dana swadaya jamaah).
  12. Ada divisi usaha penyewaan kamar penginapan di lantai 3 masjid untuk membayar petugas kebersihan dan tambahan operasional masjid.
  13. Tidak ada gaji untuk takmir kecuali petugas kebersihan, karena gaji dari Allah tidak ada maksimalnya, sementara gaji manusia ada minimumnya (UMR).
  14. TPA diajar oleh anak-anak RISMA/RMJ.
  15. Ada infaq beras (kotak amal khusus beras) untuk disalurkan ke dhuafa', walaupun sekarang isi kotak infaq beras itu berubah jadi uang, karena jamaah malas bawa beras. Bantuan untuk dhuafa' ini diambil di masjid ba'da subuh.
  16. Masjid buka 24 jam dan ada WiFi gratis 24 jam.
  17. Taklim untuk jamaah sangat banyak baik siang maupun malam.
  18. Ada angkringan di depan masjid (tongkrongan) untuk jamaah ngobrol dan orang-orang mampir istirahat.
  19. Jika masjid dikelola dengan benar dan dipercaya jamaah, maka dana-dana infaq dan dari donatur sangat mudah didapat, termasuk untuk donatur makanan, dll.
  20. Jika kas masjid banyak justru jama'ah malas menyumbang, tapi jika sedikit mereka akan tergerak untuk infaq.
  21. Masjid itu milik Allah (QS AlJin: 18) sehingga rezeki masjid akan dijamin oleh pemilik masjid (Allah) dan takmir hanyalah pelayan umat (jamaah)
Semoga bisa dijadikan contoh untuk para takmir masjid yang lain. Aamiin

Silahkanshare jika bermanfaat.

Tulisan terkait lainya yang banyak dibaca dan diSHARE!

No comments