Rahasia Kesuksesan Jeff Bezos, Dari Garasi Rumah Hingga Menjadi Orang Terkaya di Dunia

silahkanSHARE.com | Merintis bisnis dari skala kecil merupakan hal yang lazim dilakukan oleh para pelaku bisnis. Pada kenyataannya, hampir semua orang yang berkecimpung di dunia bisnis memulai usaha mereka dari nol.

Namun yang kemudian menjadi menarik adalah kenyataan bahwa hanya segelintir kecil saja dari pebisnis ini yang pada akhirnya sukses dan bisa membangun bisnis mereka menjadi sebuah perusahaan raksasa.

Sebut saja Jeff Bezos, pendiri sekaligus CEO Amazon. Forbes mencatat kekayaan pria kelahiran Albuquerque, New Mexico, 12 Januari 1964 ini mencapai USD 138,3 miliar. Memulai bisnis dari garasi rumah dan hanya menjual buku kini Amazon bertransformasi menjadi raksasa e-commerce terbesar di dunia yang menyediakan segala jenis barang.

Pada Brad Stone, penulis The Everything Store: Jeff Bezos and the Age of Amazon, Bezos mengungkapkan beberapa rahasia kesuksesan Amazon, "Yang membuat kami (Amazon) berbeda adalah kami customer-centric, berorientasi jangka panjang dan terus berinovasi."

Semua ini tentu didapatkan dengan sejumlah strategi dan juga pola yang jitu sejak awal, sehingga Amazon bisa berkembang dan sukses seperti sekarang. Sebagai seorang pebisnis besar yang melakukan terobosan luar biasa di dalam bisnisnya, tentu ada banyak hal menarik yang bisa dipelajari dari seorang Jeff Bezos.

5 Rahasia Kesuksesan Jeff Bezos Dari Garasi Rumah Hingga Menjadi Orang Terkaya di Dunia


#1. Tidak Mudah Puas

Bos Amazon Jeff Bezos.
Meski pada awalnya situs online ini hanya menjual buku dan kemudian meraih kesuksesan dari bidang tersebut, Bezos tidak serta merta merasa puas dan berhenti untuk menikmati kesuksesan yang telah dicapainya. Amazon harus terus tumbuh dan berkembang, termasuk ke berbagai produk lainnya yang lebih beragam.

Hal ini merupakan salah satu kunci penting di dalam kesuksesan Amazon, di mana perusahaan ini bertransformasi menjadi yang terbesar di antara perusahaan sejenis lainnya. Hingga saat ini, Amazon telah menyediakan berbagai produk yang sangat lengkap, beberapa di antaranya bahkan yang tidak bisa ditemukan di situs belanja online lainnya.

#2. Belajar Dari Kegagalan

Ilustrasi sukses
Butuh waktu dua dekade untuk membuat Amazon seperti sekarang ini. Gagal dan merugi hingga miliaran dolar pun pernah dialami. Namun dari setiap kegagalan yang terjadi, Bezos belajar. Kesalahan-kesalahan yang dulu diambil menjadi bekal membangun Amazon sampai saat ini. Tanpa kegagalan, inovasi tak mungkin terjadi.

"Pemimpin bertugas mencari ide-ide baru dimana pun. Saat menemukan hal baru, kami harus sadar bahwa semua hal memiliki risiko," katanya.

#3. Memiliki Karyawan Terbaik

Ilustrasi
Amazon terkenal memiliki standar tinggi dalam mencari karyawan. Pada tahap wawancara, pertanyaan-pertanyaan rumit akan ditanyakan. Pertanyaan seperti, "Berapa banyak pom bensin di Amerika? "Berapa banyak babak yang dibutuhkan untuk menentukan pemenang pada 5.263 peserta?", dan lain sebagainya.

Bukan tanpa alasan, pertanyaan 'aneh' ini digunakan Amazon untuk mengukur kekritisan kandidat. Amazon hanya ingin merekrut orang tepat.

#4. Fokus Pada Pelanggan

Jeff Bezos washington post.
Tak sekadar berusaha untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, Amazon memang secara khusus berupaya keras untuk memberikan kepuasan kepada pelanggan-pelanggannya. Kepuasan pelanggan akan menjadi poin penting di dalam bisnis online, dan hal ini disadari betul oleh seorang Bezos sejak awal.

Secara konsisten Amazon mempelajari kebutuhan dan juga perilaku pelanggannya, sehingga situs belanja ini bisa berupaya lebih baik untuk memberikan apa yang dicari dan dibutuhkan pelanggan secara maksimal. Hal ini dilakukan dengan banyak cara, termasuk dengan menampung berbagai masukan dari para pelanggannya.

#5. Hidup Hemat

Ilustrasi hidup hemat
Hemat merupakan kebudayaan yang dibangun di sana. Amazon hanya membelanjakan uangnya untuk hal-hal yang benar-benar dibutuhkan. Bezos percaya bahwa budaya berhemat dapat mengasah kemampuan bertahan hidup dalam situasi sulit, tidak bergantung dan memacu inovasi.


Source: Merdeka.com

Tulisan terkait lainya yang banyak dibaca dan diSHARE!

No comments