Kisah Gerombolan Rentenir Kocar-kacir Berhadapan Pejuang Anti Riba

silahkanSHARE.com | Cerita ini untuk memotivasi para pejuang anti riba, agar tidak boleh kendor untuk terus selamatkan umat yang saat ini masih terjerat riba, dan memang ingin bertaubat dari riba.

Tulisan ini sudah ditulis oleh Saptuari Sugiharto melalui akun facebook Group pribadinya disini.

Silahkan baca dengan seksama, dari awal hingga akhir, semoga kita mendapatkan inspirasi dan motivasi untuk terus memerangi riba, dimulai dari lingkungan sekitar kita.

---------------------

KETIKA GEROMBOLAN RENTENIR ITU KOCAR KACIR!

Suasana saat Kapolsek mengingatkan kepada rentenir | gambar: Facebook Saptuari Sugiharto
Kisah nyata ini saya dapatkan dari mas Aji, Sekjen BTR (Bahagia Tanpa Riba) yang bermarkas di masjid Al Firdaus Bantul Jogjakarta, mereka punya gerakan JAR (Jihad Anti Riba) yang membantu masyarakat menghadapi utang dan rentenir.

Bukan melunasi utangnya dengan uang cash! Enaaaak benerrr kalau itu sih, setiap korban riba yang datang kepada mereka langsung disodori form taubat. Dan mengikuti langkah-langkah yang mereka ajarkan, termasuk sholat taubat dari riba. Barulah mereka didampingi untuk negosiasi dengan rentenir atau bank.

Pejuang Anti Riba JAR saat menerima aduan korban rentenir | gambar: Akun Facebook Saptuari Sugiharto
Kisah yang ini lumayan sadizzz.. seorang ibu yang datang dengan anak perempuannya terjerat rentenir berbulan-bulan, utangnya gak pernah lunas walaupun mengangsur berkali-kali, mereka berkedok koperasi simpan pinjam, bermodal kertas buffalo warna yang disablon untuk bikin kertas cicilan.

Bunga dibuat seenaknya, bisa 10% seminggu. Kalau datang ke rumah bergantian dan mengancam. Sampai puncaknya motor mau diambil jika tidak lagi membayar, dan sempat terlontar kata dari rentenir itu kalau mau lunas cepat harus mau dizinai... Astagfirullah!!

Ketika ibu dan anak perempuannya ini datang ke masjid Al Firdaus, mereka diminta komitmennya untuk taubat, mengikuti aturan main gerakan ini. Mengisi form lengkap dan menceritakan kronologisnya.
Korban rentenir disuruh taubat untuk tidak mengulangi lagi bertransaksi riba didampingi pejuang anti riba JAR | gambar: Akun Facebook Saptuari Sugiharto

Setelah itu JAR mengatur strategi menjebak para rentenir datang ke sebuah rumah, dijanjikan akan dilakukan pembayaran.

Tim JAR sudah menghubungi polisi untuk bergabung, gak tanggung-tanggung yang datang 7 rentenir!

Ketika proses negosiasi dengan perwakilan JAR alot, datanglah laskar JAR mendatangi tempat itu....

Gubrakk!!

Langsung gak berkutik, tapi ada satu rentenir yang berhasil meloloskan diri. Mereka langsung diinterogasi di lokasi, gak berapa lama polisi datang dari polsek Banguntapan Bantul. Tangkap tangan dengan kartu-kartu tagihan koperasi simpan pinjam dan uang jutaan.

Gerombolan ini langsung digiring ke polsek, dipertemukan dengan korbannya. Semua diem gak berkutik. Pertemuan itu dipimpin langsung dengan pak Kapolsek Banguntapan.

Utang masuknya ranah perdata, jika mau dikasuskan harus masuk laporan jadi pidana. Korban rentenir ini memilih untuk tidak buat laporan setelah rentenir ini membebaskannya dari utang yang tersisa dan berjanji tidak akan datang lagi mengancamnya.

"Kalau kalian masih berani beroperasi di wilayah saya, berikutnya akan saya tembak kepala kalian! Saya tidak takut kehilangan jabatan.." kata pak Kapolsek. Muantaaab!! Mengkeret semua itu rentenir!

gambar: Akun Facebook Saptuari Sugiharto

Tugas JAR berikutnya menasehati mereka agar juga bertaubat meninggalkan pekerjaan yang dilaknat oleh ALLAH itu. Satu kasus lagi selesai, jadi tamparan yang kena banget untuk para rentenir itu.

Bayangkan jika gerakan seperti JAR ini ada di banyak wilayah di Indonesia.

Pemuda-pemuda masjid yang bersatu, mengumpulkan kekuatan, membantu masyarakat yang terjerat rentenir, membuat sistem kerjanya, ngantornya di masjid masing-masing, menggandeng kepolisian.

Bakalan bikin rentenir gak bakal berani masuk ke kampung-kampung, berlagak dewa penolong menawarkan bantuan dan modal usaha, habis itu berubah jadi iblis pencabut nyawa yang meresahkan...

Semoga terus menjadi rantai kebaikan!

Mainkan!
@Saptuari

Tulisan terkait lainya yang banyak dibaca dan diSHARE!

No comments