Ben Paterson Usia 16 Tahun Sudah Jadi Bos & Raup Rp 26 Miliar

Ben Paterson Usia 16 Tahun Sudah Jadi Bos & Raup Rp 26 Miliar.


SilahkanSHARE.com | Usia remaja bukanlah halangan untuk bisa menjadi seseorang yang sukses, justru di usia ini kita bisa mengeksprsikan segala kemampuan yang kita miliki. Seperti yang dilakkan Ben Paterson yang sudah memiliki perusahaan sendiri.

Ketika remaja sebayanya masih sibuk main main atau belajar, tak demikian dengan Ben Paterson. Remaja berusia 16 tahun ini sudah mendirikan perusahaan sendiri dan telah meraup modal tidak sedikit.

Ben yang asal Australia ini memang berbakat di bidang teknologi. Tahun lalu, dia bikin berita karena menciptakan game bernama Impossible Rush. Dimasukkan ke toko aplikasi Apple App Store, game tersebut langsung merangsek ke posisi atas karena bikin ketagihan.

Menyadari bakat besarnya, waktu itu Facebook langsung tanggap dan mengundang Pasternak untuk magang di kantor pusatnya di California. Google tak mau kalah, Pasternak juga diundang mengunjungi kantor pusat mereka. Jadilah Ben terbang ke California.

Dalam waktu setahun itu, Ben berhasil mengumpulkan pendanaan sekitar USD 2 juta atau di kisaran Rp 26 miliar dari investor di Silicon Valley yang terkesan dengan ide barunya. Ia pun memutuskan drop out dari sekolah, pindah ke New York dan mendirikan startup bernama Flogg. Ben menjadi sang CEO.

Proyek yang digarapnya adalah aplikasi iPhone yang juga bernama Flogg. Aplikasi ini ditujukan untuk remaja, memungkinkan mereka menjual dan membeli barang bekas secara online. Jika ada barang dijual di dekat lokasi, maka barang itu akan muncul di aplikasi dan pengguna bisa memutuskan membelinya atau tidak.

Orang tua Ben mendukungnya, tapi mereka sebenarnya ingin Ben menyelesaikan sekolahnya dulu. Ben berhasil meyakinkan mereka bahwa inilah saat yang tepat untuk mendirikan perusahaan, apalagi dananya sudah cukup.

"Orang tuaku tidak begitu senang saat aku memutuskan keluar dari sekolah. Namun kemudian ada investor tertarik dan mengatakan akan memberi modal dan aku merasa tidak akan memperoleh kesempatan seperti ini lagi," katanya yang dikutip dari detikInet.com dan Sydney Morning Herald.

Ben kini membawahi tujuh orang di perusahaannya dan bekerja keras mengembangkan startup miliknya. Ia menyewa sebuah apartemen di wilayah Manhattan. Good luck, Ben

No comments