7 Prinsip Hidup dari "Steve Jobs" yang Bisa kamu Tiru

7 Prinsip Hidup dari "Steve Jobs" yang Bisa kamu Tiru.


SilahkanSHARE.com | Sosok Steve Jobs memang sudah tidak asing lagi terdengar ditelinga kita, meskipun dia telah tiada namaun sosoknya akan selalu dikenang oleh semua orang terutama, mereka yang bekerja dibidang teknologi.

Semangat dan ambisi yang luar biasa yang menjadikan Steve Jobs, menjadi panutan untuk semua orang.

“Steve Jobs adalah salah satu inovator terbesar Amerika Serikat yang berani berpikir beda, berani mempercayai dirinya sendiri bisa mengubah dunia, dan berbakat untuk melakukannya.” – Barack Obama.

Steve Jobs, pendiri Apple Computer Inc., adalah seorang pengubah dunia, bahkan para pesaingnya pun berpendapat seperti itu. Lantas, apa sebenarnya rahasia dia hingga bisa sukses dan diakui dunia?

Berikut 7 prinsip Steve Jobs yang mengantarkannya menjadi seorang yang sukses, seperti SilahkanSHARE kutip dari inovasee.com.

#1. Terus lakukan apa yang dicintai


Mungkin ini adalah nasihat lama yang sudah sering kita dengar. Sebuah prinsip yang harus dipegang siapapun yang ingin sukses. Tetapi jika Steve Jobs juga mempercayai hal yang sama, maka nasihat ini pasti luar biasa.

Steve Jobs mencintai pekerjaan sebagai kunci suksesnya. Saat dia dipecat oleh orang-orang eksekutif yang dia angkat di Apple karena dianggap tidak sesuai dengan misi perusahaan, dia tidak marah.

Jobs malah menganggap pemecatan itu sebagai berkah. Dan ketika kesempatan untuk kembali ke Apple datang, dia menyambutnya dengan senang hati. “Aku masih menyukai pekerjaanku. Apa yang terjadi di Apple tidak mengubah sedikit pun. Aku telah ditolak, namun aku tetap mencintai. Kemudian aku memutuskan untuk memulai kembali.”

#2. Cobalah lakukan sesuatu untuk dunia


Steve Jobs membuat sesuatu bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan pasar, namun juga untuk mengubah dunia. Dia pernah bertanya pada presiden Pepsi, John Sculley, “kamu hanya ingin menghabiskan hidup untuk menjual air gula atau ingin mengubah dunia?” John Sculle kemudian dia rekrut menjadi CEO Apple Computer (1983-1993).

Namun akhirnya, justru Sculley-lah yang memecat Jobs. Tanpa Jobs, Apple gagal meneruskan misi mereka mengubah dunia. Namun setelah Jobs kembali lagi tahun 1997, Apple melahirkan produk-produk inovatif seperti iMac, iBook, iPod, hingga iPhone dan iPad.

#3. Sukses berarti “menghubungkan banyak titik”


Dalam pidato Steve Jobs yang paling berkesan di Stanford University pada tahun 2005, dia menyebut kesuksesannya dengan “Menghubungkan banyak titik”.

Titik-titik itu bisa berupa kebutuhan orang yang terus berkembang, tantangan yang dihadapi para developer, keindahan produk, dan sebagainya. Untuk menghubungkan semua itu diperlukan kreativitas luar biasa, dan dia berhasil melakukannya.

#4. Jangan pernah membatasi diri


Steve Jobs selalu mempunyai banyak ide brilian. Ketika dia kembali ke Apple pada tahun 1997,dia tidak hanya membawa satu-dua ide, namun 350 ide produk. Jadi dalam situasi seperti apapun, dia tidak pernah membatasi diri untuk membuat ide.

#5. “Stay hungry, stay foolish”


Masih ketika berpidato di Stanford University, Jobs mengucapkan satu kalimat pendek: “Stay hungry, stay foolish.” Tetaplah lapar, tetaplah bodoh.

Itu adalah kata-kata motivasi untuk mengajak mahasiswa Stanford University yang dikaguminya untuk tetap belajar dan kreatif. Hanya orang lapar ilmu pengetahuan yang akan terus belajar, dan hanya orang yang merasa bodoh yang bisa terus memperbaiki kemampuannya.

#6. Jobs menjual mimpi, bukan produk


Coba amati produk-produk Apple. Sangat simpel. Makin lama semakin sederhana. Karena begitu sederhana, para konsumen sampai tidak memikirkan bagaimana cara mengoperasikan produk tersebut.

Begitu iPhone di tangan, mereka segera membayangkan apa yang akan dilakukan, bukan memikirkan bagaimana cara memulainya. Dari situlah lahir mimpi-mimpi penggunanya.

#7. Kutipan kematian


Steve Jobs mengakui bahwa ketika berusia 17 tahun dia menemukan satu kutipan yang sangat berkesan: “Jika setiap hari adalah hari terakhirmu, apa yang akan kamu lakukan?” Setelah itu, setiap kali bercermin Jobs bertanya pada dirinya sendiri, “jika ini hari terakhirku, apa aku akan melakukan apa yang saat ini aku pikirkan?” Jika jawabannya tidak, dia akan mengubah sesuatu agar apa yang dilakukannya jauh lebih bermakna.

Prinsip-prinsip Steve Jobs di atas sebenarnya sederhana dan bisa dilakukan oleh siapa saja. Prinsip yang sangat manusiawi, menggambarkan etos kerja yang luar biasa, dan menyenangkan karena berdasarkan kecintaan dan kesenangan. Namun akan menjadi sulit bila melakukannya tanpa ada komitmen yang jelas.

No comments