Demi Gerhana Matahari Sepasang Suami Istri Rela, Menempuh Perjalanan Lebih dari Separuh Dunia

Demi Gerhana Matahari Sepasang Suami Istri Rela, Menempuh Perjalanan Lebih dari Separuh Dunia.


SilahkanSHARE.com | Fenomena gerhana matahari total (GMT) ini akan terjadi pada 9 Maret 2016 mendatang, dan diperkirakan akan mengundang minat banyak wisatawan untuk menyaksikan.

Seperti pasangan suami istri, Sheldon Schafer dan Mary Ann Schafer.

Tak tanggung-tanggung, keduanya rela membatalkan rencana liburan ke Mongolia Barat dan Pulau Paskah di selatan Samudera Pasifik, Chili demi melihat fenomena yang terjadi beberapa tahun sekali.

"Gerhana matahari total adalah pemandangan paling mengagumkan di alam semesta. Tidak ada bandingannya," lanjut Scafer pada Sabtu 27 Februari kemarin sebelum keberangkatannya dari Singapura.

Seperti dilansir liputan6.com dan Pjstar.com, [04/03/16], gerhana matahari di Indonesia menjadi gerhana matahari total keenam yang akan mereka lihat sejak 1970.

Sebelumnya Sheldon dan Mary Ann melihat gerhana matahari total di Swedia, Jerman, Meksiko, Amerika Serikat bagian timur, dan Mozambik.

Selama 37 tahun dan 6 bulan, Sheldon yang saat itu masih berprofesi sebagai dosen astronomi di Bradley University, selalu singgah ke planetarium Lakeiew Museum dan Peoria Riverfront Museum ketika gerhana matahari terjadi.

044524900_1457090265-160303_Gerhana_Matahari_06_Wisata_Gerhana_Matahari_banner_Abdillah

"Gerhana matahari total adalah fenomena langka yang jarang terjadi. Apalagi posisinya selalu berubah-ubah. Itu mengapa hanya mereka yang beruntung dapat menyaksikan salah satunya," ungkap Sheldon.

Sheldon memaparkan terkadang fenomena gerhana matahari bisa muncul setiap tahun sebanyak 2 atau 3 kali di tempat yang berbeda. Satu terjadi setiap 6 bulan kurang dari 10 hari, dimana bulan hanya menutup sebagian dari piringan matahari.

Lalu ada fenomena dimana matahari muncul sebagai cincin terang di sekitar bulan atau yang disebut dengan cincin gerhana. Sementara gerhana total, dimana bulan benar-benar menghalangi matahari.

"Gerhana yang terjadi di sebuah daerah akan memiliki panjang sekitar 3.000 mil, namun lebarnya hanya 100 mil," ujar Sheldon.

"Itu sebabnya saya melakukan perjalanan lebih dari separuh dunia untuk melihat salah satunya yang akan terjadi pada tanggal 9 Maret di Makassar waktu setempat. Gerhana akan berlangsung sekitar 2 jam," lanjutnya.

Setelah di Indonesia, Sheldon kini tengah mempersiapkan diri untuk melihat gerhana matahari total ke-7 yang dijuluki The Great American Eclipse pada 21 Agustus 2017 mendatang.

Saat itu tiba, sebanyak 60 persen warga Amerika yang berada di wilayah Oregon bagian timur diperkirakan dapat melihatnya ketika fenomena The Great Eclipse terjadi. Begitu juga dengan mereka yang tinggal di lepas pantai South Carolina.

No comments