Kenali, Ciri Anak yang Mempunyai IQ Tinggi

Kenali, Ciri Anak yang Mempunyai IQ Tinggi.


SilahkanSHARE.com | Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya mempunyai kecerdasan yang tinggi. Anak-anak yang dianugerahi kecerdasan tinggi tentu menjadi kebanggaan orangtua. Namun, seperti apa anak jenius? Organisasi yang menaungi anak-anak ber-IQ tinggi, Mensa Inggris, merilis 9 ciri anak jenius. Berikut daftarnya:

#1. Mengajukan banyak pertanyaan


Anak jenius secara alami selalu ingin tahu, jadi jangan kaget jika Anda ditantang dengan pertanyaan “Bagaimana”, “Apa”, “Di mana”, “Mengapa”, dan “Kapan” setiap hari. Tapi menanyakan “Sudah sampai belum?” dan “Memangnya kenapa” berkali-kali tidak mengindikasikan perkembangan kognitif yang lebih maju.

#2. Daya ingat yang bagus


Jangan mengatakan hal yang agak menyinggung soal mertua di depan anak Anda, yang akan mereka sampaikan ketika mertua datang berkunjung nanti.

#3. Selera humor


Untuk anak-anak atau sebaliknya, GSOH (Good Sense of Humor/Selera Humor yang Bagus) sulit diukur. Anda mungkin bisa tertawa terbahak-bahak menyaksikan pertunjukan teater musikal komedi ditampilkan anak Anda yang berusia empat tahun, tapi bukan berarti ibu Anda dan teman-temannya merasakan sentimen yang sama.

#4. Bisa membaca di usia dini


Tidak perlu membacakan dongeng sebelum tidur untuk anak - dialah yang akan membacakan dongeng kepada Anda. Rencana untuk membawa serta buku Sophie Kinsella saat liburan sepertinya harus dipertimbangkan kembali. Anda pasti diminta membawa buku yang masuk daftar panjang Man Booker Prize.

#5. Memilih ditemani orang dewasa daripada anak-anak


Dia lebih nyaman berada di antara orang yang lebih dewasa ketimnbang yang seumurnya.

#6. Sadar dengan kejadian di dunia


Apakah Anda tahu bahwa Jean-Claude dan David Cameron bertekad untuk menjadi presiden entah di mana? Tidak? Namun, anak jenius Anda tahu. Sebaiknya Anda harus lebih banyak menambah pengetahuan umum.

#7.Pemikiran orisinil


Seseorang yang jenius mulai dengan pemikiran yang terbuka, teratur, mengambil perspektif-perspektif baru,mampu menguraikan masalah dan menyatukannya kembali dengan cara yang lebih baik.

#8.Mensederhanakan perkara/problem yang rumit.


Sesuatu yang dianggapnya sulit akan selalu dipecahkan dengan caranya sendiri

#9.Lebih suka bergaul dengan yang lebih tua/dewasa


Karena merasa lebih cocok,dengan bahasa dan bahan perbincangan yang belum banyak dipahami anak seusianya.

No comments