Tidur di Jam yang Sama Tiap Malam, Bisa Hindari Serangan Jantung

Tidur di Jam yang Sama Tiap Malam, Bisa Hindari Serangan Jantung.


SilahkanSHARE.com | Salah satu biang dari penyakit jantung dan sejenisnya terletak pada pola tidur yang berantakan. Artinya, bila ini diperbaiki, risiko sakit jantungnya juga akan berkurang.

Inilah yang ditemukan peneliti dari Northwestern University, Chicago. Peneliti menemukan tidur di jam yang sama tiap malam dapat membantu jantung untuk memulihkan atau meremajakan dirinya setelah seharian bekerja.

Pada mulanya, peneliti hanya tahu bahwa pola tidur yang tidak teratur identik dengan risiko obesitas, diabetes dan penyakit kelas berat seperti jantung dan kanker. Mereka percaya ini ada kaitannya dengan mekanisme internal yang disebut 'ritme sirkadian'.

Dikutip dari detikhealth.com. Sejumlah studi telah membuktikan, jika ada perubahan pada ritme ini, misalkan ketika seseorang harus bekerja di shift malam atau sering bepergian ke luar negeri (beda zona waktu) maka ini sama halnya dengan 'merusak' kinerja dari ritme itu sendiri.

Peneliti membuktikannya dengan melakukan percobaan terhadap 26 orang sehat, berumur antara 20-39 tahun. Kemudian mereka dibagi menjadi dua kelompok. Selama 8 hari, kelompok pertama dibiarkan tidur selama lima jam, namun kelompok lainnya mengalami perubahan jam tidur, jadi 4 hari lima jam, 4 hari lainnya 8 jam.

Kedua kelompok memperlihatkan peningkatan detak jantung di siang hari, tetapi kondisi terburuknya dialami mereka yang ada di kelompok kedua. Sebab selain tidurnya dibatasi, mereka juga merasakan jam tidur yang berubah-ubah selama percobaan.

Pada kelompok kedua juga terjadi kenaikan hormon stres yang disebut norepinephrine. Hormon ini diketahui dapat mempersempit pembuluh darah, menaikkan tensi atau tekanan darah, dan memperlebar tenggorokan.

Namun temun yang tak kalah penting lainnya adalah, detak jantung partisipan tidak melemah seperti selayaknya orang yang tidur lalu masuk ke tahapan tidur terdalam di mana detak jantungnya akan mulai melambat.

Jika dibiarkan terjadi secara terus-menerus, kondisi inilah yang diduga dapat memicu gangguan pada jantung, sebab jantung tak pernah benar-benar bisa memulihkan dirinya saat tidur.

"Hasil tes kami menunjukkan, pekerja shift malam adalah yang paling kronis kondisinya karena mereka tak pernah bisa merasakan efek restorasi pada jantung dari tidur," tandas peneliti, Dr Daniela Grimaldi seperti dilaporkan Express.co.uk.

Ia menuding, kesalahan ada pada pola kerja dewasa ini yang memaksa seseorang untuk lebih aktif di malam hari, di mana mereka seharusnya tidur.

No comments