Jangan Malas Minum Air Putih! Dehidrasi Bikin Gemuk dan Imun Memburuk

Jangan Malas Minum Air Putih! Dehidrasi Bikin Gemuk dan Imun Memburuk.


SilahkanSHARE.com | Kebutuhan cairan pada tubuh, khususnya dari air putih, sudah sepatutnya untuk dipenuhi setiap hari agar metabolisme tubuh tetap terjaga. Kurang minum air putih dapat menimbulkan efek merugikan bagi tubuh.

Ya, memenuhi kebutuhan cairan dengan minum air putih sekitar 2 liter per hari tak hanya membantu mencegah mulut dan tenggorokan kering, tapi bahkan juga menjaga kesehatan tubuh dan mencegah datangnya penyakit.

Jangan salah kaprah, masih banyak orang mengira asupan cairan juga turut dipenuhi dengan meminum banyak-banyak minuman manis seperti teh manis, soda atau jus buah kemasan. Padahal minuman seperti ini justru mengandung gula dan zat tambahan lainnya dalam jumlah berlebihan.

Seperti dikutip dari Medical Daily, [4/15], tubuh manusia rata-rata terdiri dari sekitar 75 persen air. Darah 92 persen terdiri air, tulang 22 persen terdiri dari air, dan otot 75 persen terdiri dari air. Oleh sebab itu, tidak mengherankan jika sistem kekebalan tubuh bergantung pada asupan air kita sehari-hari.

Selain dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh, kurang minum air putih hingga dehidrasi juga dapat meningkatkan berat badan. Alasannya, saat dehidrasi tubuh tidak dapat menghilangkan racun dalam tubuh secara efektif sehingga akan tersimpan di dalam sel-sel lemak. Selanjutnya, tubuh juga tidak akan mampu melepaskan lemak dan membuang racun-racun tersebut kecuali kebutuhan cairan telah terpenuhi.

Salah satu alasan lain mengapa penting untuk memenuhi kebutuhan cairan melalui minum air putih setiap hari adalah untuk menjaga kesehatan ginjal. "Analisis menunjukkan bahwa air minum adalah salah satu cara yang efektif untuk mengurangi risiko batu ginjal, bahkan hingga 50 persen," ungkap Kerry Willis, kepala ilmiah di National Kidney Foundation, seperti dikutip dari berbagai sumber.

Minum cukup air putih membuat urine sedikit terkonsentrasi dengan produk-produk limbah. Jika dikeluhkan sering minum meningkatkan frekuensi buang air kecil, hal ini justru membuat mineral batu yang berpotensi menjadi batu ginjal memiliki lebih sedikit kesempatan untuk menetap di ginjal dan saluran kemih.

Sumber : detikHealth.com

No comments