Dampak Serius, Jika Biasakan Menunda Tidur Malam

Dampak Serius, Jika Biasakan Menunda Tidur Malam.


SilahkanSHARE.com | Berbicara masalah kesehatan tidur, insomnia adalah contoh gejala yang sering dikeluhkan oleh orang-orang. Bahkan menurut pakar tidur dr Andreas Prasadja, RPSGT, insomnia menjadi keluhan terbanyak kedua di dunia setelah flu.

Tidur juga sangat penting selain untuk beristirahat, tidur juga diperlukan untuk tubuh kita agar terhindar dari berbagai penyakit.

Tapi dokter yang sehari-harinya praktik di RS Mitra Kemayoran ini mengatakan masalah kesehatan tidur sebetulnya lebih kompleks tak hanya insomnia saja. Oleh karena itu pada kesempatan peringatan World Sleeping Day (Hari Tidur Sedunia) yang jatuh pada Jumat 18 Maret 2016 ini masyarakat diharap bisa semakin peduli terhadap kesehatannya terutama berkaitan dengan kesehatan tidur.

Untuk warga modern seperti sekarang, satu masalah yang menjadi perhatian dr Andreas yang akrab disapa dr Ade ini adalah behavior-induced insufficient sleep syndrome (BISS). Secara sederhana BISS adalah tertundanya jam tidur disebabkan oleh perilaku seseorang sendiri.

"Mereka itu tidurnya larut karena pelakunya dalam arti karena ada tugas, karena harus belajar, atau sesederhana main game," kata dr Ade dikutip dari detikhealth.com [18/03/16].

Kebiasaan menunda tidur bila dibiarkan lama-lama akan memengaruhi jam biologis membuat pola tidur menjadi tak teratur dan seseorang kurang istirahat. Akibatnya pun bermacam-macam mulai dari yang jangka pendek seperti munculnya insomnia atau hipersomnia lalu pada jangka panjang bisa juga membuat seseorang rentan serangan jantung bahkan kanker.

"Ini penelitian wanita di Inggris yang sehat, dietnya teratur, olahraga dijaga, kurang tidur 6 jam bisa meningkatkan risiko kanker payudara hingga 60 persen. Coba 60 persen," kata dr Ade menjelaskan hal itu terjadi kemungkinan karena sistem imunitas yang juga jadi turun akibat kurang tidur.

"Coba deh mulai sekarang kalau ngantuk, nguap, enggak konsentrasi refleksikan tidur kita cukup atau tidak. Mulai prioritaskan kesehatan tidur," tutup dr Ade.

1 comment: