Riset: Olahraga Berlebihan Bisa Rusak Struktur Jantung

Riset: Olahraga Berlebihan Bisa Rusak Struktur Jantung.


SilahkanSHARE.com | Idealnya olahraga dilakukan hanya selama 150 menit perminggu atau kira-kira 30 menit perhari. Sebab bila sudah berlebihan, tubuh yang harus menanggung akibatnya.

Sebuah studi yang dilakukan sekelompok ahli jantung dari Baker IDI Heart and Diabetes Institutes, Melbourne mengungkap, olahraga berintensitas tinggi dan terlalu lama bisa saja bersifat 'cardiotoxic' atau merusak jantung.

Olahraga berlebihan pada akhirnya meningkatkan risiko terjadinya perubahan struktural jantung secara permanen dan mengakibatkan aritmia (detak jantung abnormal atau tak beraturan).

Sebelum penelitian ini dilakukan, muncul beberapa studi yang menunjukkan adanya gangguan jantung pada atlet. Seperti yang dipublikasikan dalam European Heart Journal, peneliti menemukan jaringan parut pada otot jantung 12 persen atlet sepekan setelah mengikuti perlombaan.

Studi lain mengatakan lari marathon meningkatkan risiko gangguan pada jantung hingga tujuh kali lipat. Ada pula yang mengungkap, pasca menjalani latihan ketahanan, sejumlah atlet dilaporkan mengalami penurunan fungsi di ventrikel kanannya.

Namun kemudian peneliti dari Australia penasaran dan ingin tahu apakah ini juga berlaku untuk orang awam atau bukan atlet. Sang peneliti, Dr Andre La Gerche kemudian mengamati pola latihan fisik dari sejumlah partisipan untuk mengetahui apakah kegiatannya itu berdampak terhadap jantungnya atau tidak.

La Gerche juga mengajukan sejumlah pertanyaan, di antaranya apakah para atlet bisa hidup lebih lama karena olahraga ataukah karena menghindari rokok dan alkohol. Dan apakah ada mekanisme tertentu yang membuat seorang atlet rentan terhadap aritmia atau tidak.

Hasilnya, risiko gangguan jantung tersebut memang cenderung meningkat karena olahraga yang intens dan dilakukan dalam waktu lama. Namun di sisi lain, La Gerche mengakui bahwa penelitiannya yang berskala kecil mungkin tertutupi oleh studi-studi lain yang skalanya lebih besar dan mengedepankan manfaat olahraga, terlepas dari lamanya durasi yang dilakukan.

"Belum banyak studi yang dilakukan untuk mengamati orang-orang yang melakukan olahraga berintensitas tinggi," tutupnya, seperti dikutip dari Express.co.uk dan detikhealth.com [01/03/16].

Untuk menjaga kebugaran tubuh, dr Simon Salim, MKes, SpPD, AIFO dari RS Cipto Mangunkusumo mengatakan, frekuensi olahraga yang ideal dilakukan minimal 3-5 kali dalam sepekan. Ia juga mengingatkan, baiknya hindari dua hari berturut-turut tidak berolahraga.

Namun yang paling penting adalah olahraga dilakukan dengan intensitas sedang. "Gimana ngukur kalau olahraga kita Intensitas sedang? kira-kira kalau detak jantung mencapai 60 persen dari 220 dikurangi umur kita," kata dr Simon beberapa waktu lalu.

Sederhananya, perhatikan apakah saat berolahraga Anda masih bisa mengobrol tetapi sudah tidak bisa bernyanyi atau tidak. Jenis olahraga berintensitas sedang di antaranya bersepeda, berenang, jalan cepat, jogging, ski atau senam, dengan durasi minimal 150 menit perminggu.

No comments