Kenapa Orang Suriah Lebih Mengungsi ke Eropa daripada ke Negara Teluk yang Kaya dan Seagama?

Kenapa Orang Suriah Lebih Mengungsi ke Eropa daripada ke Negara Teluk yang Kaya dan Seagama?


SilahkanSHARE.com | Miris, sedih, dan campuraduk tak karuan ketika di era semaju dan semodern ini, masih saja membaca dan mendengar tentang masih adanya jutaan umat manusia yang harus menderita karena perang !! :-(

Lebih menderita lagi ketika para korban sendiri yang terdiri dari ibu-ibu dan anak-anak tak berdosa harus ikut menjadi korban perang. Yang menyakitkan lagi, ketika mereka yang seharusnya mendapatkan pertolongan dari saudara seiman justru terlantar dan terabaikan oleh negara-negara yang mayoritasnya masih seiman.

Salah satu negara yang saat ini sedang jadi perbincangan dunia internasional yaitu terkait kondisi krisis pengungsi Suriah yang berusaha memasuki negara Eropa, yang kemudian memunculkan pertanyaan besar, MENGAPA mereka tidak menuju negara Teluk yang kaya dan lebih dekat jaraknya?

Selama bertahun-tahun mereka menyeberang ke Lebanon, Yordania dan Turki, tetapi hampir tidak ada yang ke negara-negara Teluk.

Secara resmi, warga Suriah bisa melamar visa turis atau izin kerja untuk masuk ke negara Teluk tapi biayanya amat mahal. Juga ada aturan tak tertulis yang membatasi warga Suriah untuk mendapat visa.

Kemakmuran dan kedekatan negara Teluk dengan Suriah kini telah menimbulkan banyak pertanyaan soal apakah mereka punya kewajiban lebih besar ketimbang negara-negara Eropa terhadap bangsa Suriah yang mengalami kesengsaraan dalam konflik berkepanjangan di negaranya.

Pertanyaan ini muncul dalam hashtag #Welcoming_Syria's_refugees_is_a_Gulf_duty di Twitter berbahasa Arab, digunakan sebanyak 33.000 kali pekan lalu, demikan sebagaimana saya kutip langsung dari BBCIndonesia.

Para pengguna Twitter memasang foto untuk menggambarkan kesengsaraan pengungsi Suriah, dengan gambar para korban yang tenggelam, anak-anak yang dibawa masuk melalui di pagar kawat berduri atau keluarga yang tidur seadanya.

Sebuah laman Facebook bernama The Syrian Community in Denmark berbagi video menggambarkan pengungsi yang diperbolehkan masuk Austria lewat Hongaria, membuat pengguna lain bertanya, "Bagaimana mereka kabur dari wilayah saudara-saudara kita sesama Muslim, yang seharusnya lebih bertanggungjawab, ketimbang ke negara-negara yang mereka sebut sebagai 'negara kafir'?"

Pengguna lain menjawab, "Saya bersumpah atas nama Allah yang Maha Perkasa, orang-orang Arab itulah yang kafir."

Harian Makkah menerbitkan kartun -disebarkan juga lewat media sosial- memperlihatkan seorang pria berbaju tradisional dari negara Teluk, melihat ke sebuah pintu berpagar kawat berduri dan menunjuk pintu lain berbendera EU sambil berkata:

"Kenapa kamu tak mengizinkan mereka masuk? Dasar orang-orang tidak sopan!?"

Jelas kartun ini menyindir keras sikap pemerintah negara-negara Teluk.

Namun sekalipun banyak seruan di media sosial, negara-negara Teluk tampaknya sulit berubah untuk menolong pengungsi Suriah ini.

Dari jauh saya sendiri sebagai seorang muslim hanya ikut prihatin dan berdoa, semoga perang dengan berjuta alasanya sudah saatnya dihentikan! Karena saya sendiri tidak bisa membayangkan, hidup di negeri yang sudah merdeka saja masih begitu mudah kita temukan penderitaan, bagaimana dengan mereka yang hidup di negara yang selalu menyeru peperangan!! :-(

2 comments:

  1. Siapa bilang? Mereka sudah menampung para pengungsi, hanya tidak untuk di besar-besarkan, Sudah sekitar 2,5 juta pengungsi suriah menetap di saudi arabia, para pengungsi dianggap sebagai tamu kehormatan dengan hak sama dengan warga negara saudi. Bandingkan dengan negara lainnya.

    Sumber
    http://www.aljazeera.com/news/2015/09/saudi-arabia-denies-giving-syrians-sanctuary-150912050746572.html

    ReplyDelete
  2. terima kasih banyak atas tambahan referensinya,
    semoga saja semakin byk pengungsi yg tertolong dan semoga saja yg jauh lebih penting lagi semoga dibumi ini tak ada lagi perang.

    ReplyDelete