Tidak Ada TUHAN Selain UANG?

Tidak Ada TUHAN Selain UANG?


SilahkanSHARE.com | Banyak orang bekerja siang dan malam memeras keringat dan banting tulang, semua pada akhirnya bermuara dengan satu keinginan yang sama yaitu supaya usaha dan kerja keras kita menghasilkan sebuah benda bernama "Uang".


Karena memang di dunia ini semua kebutuhan yang kita inginkan semua harus kita dapatkan dengan menggunakan uang sebagai alat pembayaran yang syah.


Dan ternyata bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan kita yang berkaitan dengan urusan dunia saja uang diperlukan. Untuk memenuhi kebutuhan kita yang berkaitan dengan kegiatan keagamaan yang itu kaitanya merupakan sebuah hubungan antara manusia dengan Tuhan juga membutuhkan Uang.


Dan memang pada kenyataanya uang merupakan kebutuhan pokok kita sebagai umat manusia untuk mempertahankan kelangsungan hidup kita di dunia ini. Dan agama manapun aku pikir memang mewajibkan umatnya untuk selalu bekerja keras sehingga kita bisa mendapatkan uang yang bisa kita manfaatkan untuk memenuhi kebutuhan kita sehari-hari untuk keperluan keluarga.


Dan banyak sekali cara orang untuk bisa mendapatkan uang, dari cara yang benar hingga dengan cara yang melanggar aturan bagi mereka tak jadi masalah yang penting mereka dapatkan uang.


Jika sudah sampai melanggar aturan untuk mendapatkan uang, maka kadang muncul pernyataan bahwa orang-orang yang seperti itu sudah memegang sebuah "prinsip" Tidak ada TUHAN selain UANG ?


Mungkin saya tidak akan mengaitkan pernyataan saya ini dengan salah satu agama tertentu, tapi disini saya hanya ingin mengoreksi diri saya pribadi dan semua pembaca disini bahwa jangan sampai pernyataan seperti dimaksud dalam judul tulisan ini diatas ( Tidak ada Tuhan Selain Uang) dijadikan pegangan kita dalam mencari uang.


Karena pada kenyataanya itu adalah sebuah Kesalahan. Tapi inilah manusia dengan berbagai sifat buruknya dari Ambisi, Tamak, Rakus, dan sifat-sifat buruk yang kita miliki, kadang tanpa sadar Uang telah dijadikan TUHAN oleh mereka.


Ini bisa kita lihat betapa banyak pejabat di negeri ini yang sudah di SUMPAH ATAS NAMA TUHAN di bawah sebuah KITAB SUCI, Namun itu hanya dianggap ritual "SAMPAH" yang pada FAKTAnya mereka melanggar Sumpah tersebut dengan cara mereka melakukan Korupsi dan memperkaya diri selama menjabat.


Tidakkah untuk mereka yang demikian itu layak disebut sebagai orang yang menganggap Sumpah Suci tersebut hanyalah sebuah ritual "sampah" ala mereka?.


Saya teringat dengan tulisan caknun yang berjudul "Akal itu ujung Jari Tuhan". Dalam tulisan tersebut ada pernyataan yang sangat menarik yaitu,


[box type="note" align="" class="" width=""]".....Yang kita alami sekarang ini adalah: Tuhan diakui, tapi tidak sungguh-sungguh. Allah disebut, tapi proforma dan iseng-iseng saja. Nama agama dijunjung, tapi ajarannya hanya dilaksanakan sebatas kondusif terhadap keperluan kita. Nabi kita rekrut untuk ngikut dan membenarkan langkah-langkah kita. Tuhan kita angkat sebagai ‘karyawan’ yang bekerja untuk karier pribadi dan sukses politik dan ekonomi kita.[/box]


Orang-orang yang selalu menganggap Uang adalah Tuhan mereka, mungkin akan selau menilai dan mengukur apapun selalu dari Uang.


Mungkin mereka akan mengatakan sebuah janji dan sumpah jika mereka diberikan uang yang banyak, gaji yang tinggi, fasilitas yang mewah, mereka akan berjanji untuk bekerja dengan sungguh-sungguh, Tapi pada kenyataanya itu tidak bisa menjadi sebuah Jaminan Yang MUTLAK kebenaranya.


Tapi lihatlah, di sekitar kita justru sebaliknya, orang-orang yang dengan keterbatasanya, mereka tidak memiliki fisik dan badan yang utuh, mereka juga tidak di Gaji oleh Negara, mereka juga tidak diberikan fasilitas mobil mewah oleh negara, tapi karena ketulusan dan kebersihan hati mereka, mereka BISA memberikan manfaat untuk orang lain dan sesama dan juga lingkunganya.


Jika uang kita anggap adalah segalanya dan gara-gara uang kita melupakan Tuhan, maka sesungguhnya saat itulah sadar ataupun tidak sadar, Uang sudah kita jadikan Tuhan karena jika kita menganggap Tuhan adalah segalanya, maka seharusnya kita tidak menganggap uang adalah segalanya.


Dan Sebaliknya, Jika kita memnganggap bahwa uang hanyalah alat, tentunya kerja keras kita untuk mendapatkan uang tidak membuat kita lupa akan Tuhan sehingga bisa memanfaatkan uang tersebut untuk digunakan dan di belanjakan untuk kebutuhan pribadi, tolong menolong terhadap sesama dan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang bermanfaat yang lain.

147 comments:

  1. wah ceritanya itu mungkin saking keteledoran sang kakek cos gak segera di bawa ke rumah sakit, hem....

    kalau gaib ya begitu lah

    ReplyDelete
  2. Keliatanya sudah sulit dapatkan pemuda yg peduli terhadap desanya seperti mas Ari ...

    Semoga saja banyak yang mendapat Inspirasi dari cerita ini, termasuk aku ...

    makasih yach atas cerita dan pesan moralnya ...

    ReplyDelete
  3. wah ne bagus sekali, secara tidak
    langsung mengajarkan kepada
    anak2 to mencintai alam sekitarya.
    to jg sebagai sarana pendidikan
    baik formal or non formal.
    dengan demikian pola pendidikan
    kita harus di ubah, jangan hanya
    mencetak anak to harus menjadi ini,
    harus dalam pendidikn formal, anak
    diberikan kebabasan dalam arti
    diarahkan yg benar....

    ReplyDelete
  4. teruskan programnya?
    biar anak bangsa menjadi pintar dan mempunyai pola pikir lebih maju menyongsong masa depan:]

    ReplyDelete
  5. salut pengorbanannya
    mudah-mudahan ada balasannya ya....
    ikutin juga ceritaku di :

    http://nisrina.blogdetik.com/

    ReplyDelete
  6. Wah piknik euy, dah lama nih g piknik. Jadi pingin mas ari.

    ReplyDelete
  7. lain kali wisata ke lombok aja mas.. hhaha

    ReplyDelete
  8. terharu nih...inget waktu masih single dulu, ngasuh anak2 di TPA dan jalan2 kayak gitu...seru!

    ReplyDelete
  9. salut dengan semangatnya ari... andai saja banyak orang bersedia turun tangan seperti ini dan memberikan pendidikan dan pencerahan pada anak- anak, tentu akan ada banyak kemajuan di sekitar kita...

    dan, pemandangannya indah sekali ya, di atas sana...


    d.~

    ReplyDelete
  10. Wih...ngeri banget bang??
    antara percaya dan tidak. Ternyata hal-2 seperti itu memang ada ya bang....dan anak paman abang jadi korbannya. Apalagi dia mengotorinya juga gak sengaja.
    duh...senengnya rame-2 gitu
    Makasih bang...

    ReplyDelete
  11. Ceritanya Back to Nature yach... :)

    ReplyDelete
  12. Seru ! Jadi berkhayal, kapan ya si Kecil bisa diajak berpetualang.. !

    ReplyDelete
  13. Loh,,,
    ko jadi nyasar!!!
    tadinya mu nyari tempat bwt wisata,,,eh malah ke'blog:]
    tapi setelah baca jadi seru juga ya kayaknya berwisata sambil bermain di alam terbuka!!!
    tapi d'palembang ada gak ya yang seindah di jawa???
    ja di terinspirasi!!!

    ReplyDelete
  14. jadi pengen ke sana.. :)

    Makin Salut sama kamu, Ar!

    ReplyDelete
  15. ahh, lokasinya keren abis mas !!
    ntar kapan2 pengen maen ksana ah

    ReplyDelete
  16. tidak mudah memberikan pelajaran pada anak2!!!
    apalagi di ruangan yang tertutup, membuat anak bosan.
    ternyata, mas ari punya konsep yang berbeda!
    HEBAT?
    Selamet ya?
    mudah2an semua orang mengikuti jejak mas ari.

    ReplyDelete
  17. Menarik. Inspiratif. Pembelajaran yang mirip dengan yang pernah di filmkan, Laskar Pelangi misalnya. Namun sedikit bedanya adalah Ari menggunankan alat modern, sedangkan dalam Film laskar pelangi murni dengan alam.

    Semangat Mas Ari, Saya mendukungmu untuk hal-hal semacam ini.

    ReplyDelete
  18. patut dijadikan contoh ne... untung pas narsis didepan makam "si penunggu makam" g ikutan mejeng y hehehe :)

    ReplyDelete
  19. mas ari...gimana crnya kasih deskripsi dibawah image y..sy rodo mumet ne

    ReplyDelete
  20. HEBAT!!!
    Seru cara belajarnya. tapi kalau kehujanan gimana?
    Oy, kalau bisa saya kasih saran: "bikin proposal" siapa tahu bisa memberikan lebih pada anak2 perpustakaan cah n deso!!!

    ya itu saran az:]
    Kemudian,kok ada "COET & MUTU" ???
    PADA NG'RUJAK ya?
    Nyam,,,Nyam,,,!!!

    ReplyDelete
  21. setelah membaca dengan seksama,,,beruntunglah anak-anak yang menjadi anggota perpustakaan Cah_Ndeso.
    Hm,,,bisa belajar di ruangan yang terbuka, sambil berwisata, tidak akan merasa bosan apabila sambil bermain/melihat alam sekitar!!!

    jadi dapat inspirasi.

    ReplyDelete
  22. luar biasa!!!!
    salut atas perjuangan dan usahanya untuk memajukan mereka :)

    semoga tetep semangat, dan gak hanya berhenti sampai disini amien...

    ReplyDelete
  23. yg serem'' sekarang uda lewat!!
    Yang penting pan kita niat baek aja, right?

    Btw lokasinya keren yha, lama nggak naik naik kepuncak gunung gitu, kangennnn, apalagi kalo rame'' begitu

    Sukses selalu deh buat mas ari

    ReplyDelete
  24. Asyik tu sob... bergaul dengan anak2 menyenangkan sekali
    seakan mau mengulang dunia anak2

    ReplyDelete
  25. wisata,cari ilmu dan mengenal alam
    mmm....nice pic lagi

    tetep semangat ya mas ^_^

    ReplyDelete
  26. sebaik-baiknya ilmu adalah ilmu yang bermanfaat bagi sesama..
    Semoga ini menjadi inspirasi bagi saya dan teman-teman yang lain :)

    ReplyDelete
  27. wah asyiknya kebersamaanmu, aku bangga padamu bisa berbagi dengan anak-anak, merintis perpustakaan sambil ngajarin mereka, Sayangnya di rumahku cuman banyak buku-buku untuk orang dewasa aja, kalau punya buat anak-anak tak kirimin lewat tiki :smile:

    ReplyDelete
  28. wah... hebat mas ari...
    bisa jalan2 plus berbagi ilmu dan pengalaman bareng anak kecil sebanyak itu, gag kerepotan mas, butuh relawan tambahan kah ^^?
    semoga bisa trus konsisten dalam mengembangkan perpustakaan dan pendidikan internet dan komputer gratis utuk anak2

    ReplyDelete
  29. anak2 di gunung tahu internet juga ya.

    ReplyDelete
  30. perpaduan acara yang mengasyikkan

    ReplyDelete
  31. idenya bagus sekali, mencoba berbuat untuk sesama, berbagi pengetahuan.

    thx atas tambahan inspirasinya...

    ReplyDelete
  32. wah mantap bung kalo gerakan ini bisa terus di kembangan sampe tingkatan daerah. apa lagi kembali kekapung asal lahir .asik bung.....kapan kembali kedaerah.buat program itu he he kebumen

    ReplyDelete
  33. kapan bung kami ajari ngeblog dong he he

    ReplyDelete
  34. i...waw.... :mrgreen:
    mantap banget nie postingannya...
    ntar saya berkunjung ke sana...
    jadi pemandu wisata saya ya... ^^

    ReplyDelete
  35. wah seneng ya.. bisa bikin acara spt. itu,,, saya baru tahu kalo mas ari ini bikin bimbel gratis.. iya saya juga bikin di kampung saya tapi sekarang dah pada selesai dan sekarang lg nganggur... :-)

    sebenarnya masih banyak anak-2 kampung saya yang belum kebagian jatah belajar tapi mak saya minta jatah uang listrik 20.000 per anak jadinya banyak yang nggak jadi belajar padahal saya lg semangat ngajar.

    ReplyDelete
  36. hmmm.... pasti seru tuh..
    tapi tuh aku baca tulisannya kok banyak yang ketutup ya? kepotong...

    ReplyDelete
  37. Subhanallah.. Semoga Allah senantiasa melimpahkan ridho dan rahmad-Nya untuk kegiatan mulia ini
    Salam,terima kasih sudah mempir ke blog saya..

    ReplyDelete
  38. aku juga orang desa kokk. . . .. .

    perjalanan yang menyenanglkan. . .:D

    ReplyDelete
  39. wah wah rame bgt nih ...

    udh lama yg gk nge blog . contest paan nih ? blh tau ? :mrgreen:

    ReplyDelete
  40. wa tulisannya kakak meng-inspiratif bgt ya :D


    mengajarkan anak2 utk ramah dgn alam! tp kok cerita ttg anak pamam kak ryu serem ya :( jd takuut

    tp udh bagus kok ! good luck ya ;)

    ReplyDelete
  41. hi, salam kenalmari kita terus menjaga alam ini

    ReplyDelete
  42. wah keren pemandangannya.. jadi inget rumah..

    ReplyDelete
  43. andaikan disetiap tempat ada orang seperti mas Ari. Insya allah Indonesia maju dan sejahtera. tetep semangat dan selalu dalam lindunganNya. Amin.

    ReplyDelete
  44. wah mulia sekali paman q ini . .
    inspiratif . . . .
    andai aja orang seperti mas ari ini ga cuma 1 . .
    pasti negara ini udah maju lebih baik

    ReplyDelete
  45. Wah,sangat sulit sekali ngakses web ini bro.Aborted melulu.Kenapa ya?

    ReplyDelete
  46. lag cari tempat liburan sama mbah google malah dianter kesini :D

    Itu tempatnya kayak amsih alami banget yach,,,,
    Seandainya wisata liburanku kali ini bisa seperti kisah penulis ini ....

    Makasih yach atas cerita inspirasinya ...

    ReplyDelete
  47. Cerita yang menarik mas... Top bgt...

    ReplyDelete
  48. ck ck ck saya perlu belajar dari Paman...
    great...
    selamat tahun baru 2010
    willingness to do more!!

    ReplyDelete
  49. selamat tahun baru OM

    ReplyDelete
  50. salam kenal aja deh hehehe
    eh,,, ada post baru tuh dirunah ane

    ReplyDelete
  51. Met Tahun baru......
    *menyambung yang kemarin di FB, salut mas...kadang kekurangan kita sewaktu kecil membuat kita ingin menjadi lebih baik lagi. Saya juga anak kampung, ketidakenakan diajarkan seorang guru dan kebaikan diajar seorang guru membuat saya bercita2 ingin menjadi guru yang menginspirasi.....
    Mas bisa.....!!! Kita bisa menaklukkan dunia ini dengan karya2 kita! Meski kecil dirasa........

    ReplyDelete
  52. Terima kasih atas postingannya,
    menyadarkan kembali betapa rasa senasib bangsa telah tiada.

    Selamat tahun baru.

    Salam

    ReplyDelete
  53. Tragis ya mas ari. Waktu saya mengikuti berita tentang pemberian mobil baru seharga 1.3 M di televisi, tragis sekali. Emang mobil lama tidak cukup bagus untuk mereka. MEreka santai-santai nonton televisi di mobil, sehingga lupa melihat anak-anak dipingiran jalan.

    tragis
    saya kecewa
    padahal mereka memakan pajak penghasilan yang harus saya bayarkan tiap bulan.

    dasar para menteri penghianat rakyat kecil. memikirkan diri sendiri karena tidak pernah meraskan lapar dan hidup susah

    ReplyDelete
  54. miris mas melihat gambar diatas....

    ReplyDelete
  55. uh..no comment mas...
    mungkin sekarang untuk menjadi anggota perwakilan rakyat harus ditambahkan satu syarat lagi:
    "tidak punya rasa malu..."

    ReplyDelete
  56. aq sendiri sih males baca brita yg kek gini, bikin gregetan ajah, mending ngeblog ajah n curhat... sambil berharap, semoga indo lebih baik lagi ke depan, pada nyadar buat memperbaiki diri gtu..

    ReplyDelete
  57. Ya TuhaN..
    foto foto anak ne9eri ituh..

    miris dan ironis sekali meman9 ne9eri ini den9an pemerintahannya.. :(

    ReplyDelete
  58. Nurani yang seharusnya bicara mas.. itu saja.

    ReplyDelete
  59. Sudah seharusnya mereka bertindak dan bekerja atas dasar hati nurani, makasih

    ReplyDelete
  60. Seorang guru pengganti orang tua dirumah,dia banyak memberi pelajaran yg orang tua tdk bisa.

    ReplyDelete
  61. Satu lagi dblogger yang punya banyak buku...
    Kapan nih yang punya blog aribicara menyusul :P
    Ditunggu.

    ReplyDelete
  62. Yang diatas komentar saya tuuuh, hehehe, lupa ngasih nama dan alamat, eh, terlanjur di submit comment... :P

    ReplyDelete
  63. Terharu kepada membaca tiap tutur Guru kehidupan

    ReplyDelete
  64. hohoho rupanya ada link ku disini, tapi aku belum masukan linkmu segera...segera, sekarang biar gak lupa, nenek -nenek emang rese hihihi

    ReplyDelete
  65. ow ow ow...review untuk ikutan ultah pertama blogdetik ya?
    mudah2an menang ya...

    btw, quinie punya blogdetik jugaaaa ^^. Iyeyyy...!
    dan kayanya saya mulai betah disini :)
    sorry baru mampir, duh koneksinya dodol banget sih untuk bw :((

    ReplyDelete
  66. kapan giliran ari bikin buku?? :)
    ditunggu nie.. semoga ari bisa menuangkan ide2 pemikirannya dalam sebuah buku, seperti mereka...

    ReplyDelete
  67. tar klo dah beli pinjem yahh :P

    ReplyDelete
  68. cukup menarik, segala sesuatunya tentu ada hikmahnya, baca buku penting utk menambah wawasan, good luck

    ReplyDelete
  69. uraiannya mantapzz rie
    jd pengen baca bukunya :)

    ReplyDelete
  70. Mendapatkan pesan moral memang bisa didapat darimana saja. Banyak bergaul dgn segala macam manusia menambah ilmu kehidupan :)

    ReplyDelete
  71. resensinya manatap, mas....
    pinjem bukunya dong :D

    ReplyDelete
  72. ternyata tanpa disadari ada banyak 9uru kehidupan disekitar kita yah..?

    ReplyDelete
  73. aku dah liat buku ini di Gramedia. Tapi belum ada duit hehehe

    ReplyDelete
  74. di yogya daerah mana ini ya pak?

    ReplyDelete
  75. @Fandhie ; beli woiiii.... :mrgreen:

    ReplyDelete
  76. jadi semangat pngn baca nih rie..padahal aku seorang *tukang tidur* kalo baca. apalagi novel2 tebel. kyknya perlu dirubah nih malesnya :D

    ReplyDelete
  77. @fandhie : pinjem.....beliiiiii :D

    berguru memang bisa dari mana saja,
    bang mt aku dah pesen sama ibu marketing nya :P

    ReplyDelete
  78. mau beli bukunya tap sayang lagi bokek hiks2...
    tapi mas Ari sudah review... lumayan menutupi keingitahuan ttg isi bukunya..
    makasih

    ReplyDelete
  79. perasaan aku udah komen di sini ri koq ga ada ya

    ReplyDelete
  80. ada bos Tuhan selain Uang , yaitu kekuasaan , dan nafsu... tapi ujung2 nya Duit juga sih.. he2 :mrgreen:

    ReplyDelete
  81. Terkadang saya juga merasa gimana gitu kalau ada orang orientasinya selalu uang. Mau minta tolong hal sepele saja bilangnya "nanti saya bayar mas," "tenang ajalah, nanti saya kasi uang rokok", "berapa baryarnya mas'? padahal cuman numpang buang air kecil di rumah, atau cuma minta tumpangan karena macet. hehehe... benar2 semuanya sudah dinilai dengan UANG.

    ReplyDelete
  82. betul banget,kadang kita suka mendewakan uang,seperti meninggalkan ritual ibadah karena takut di pecat gara2 di perintah atasan untuk mendahulukan pekerjaan karena lebih penting......
    mantap boz ulasannya :)

    ReplyDelete
  83. yach begitulah bro :D

    ada uang penjara aja jadi hotel he he

    ReplyDelete
  84. ya, di era kapitalisme skrg memang faktanya seperti itu siyh, mas....
    org2 cenderung menempatkan UANG di atas segalanya.... :D

    ReplyDelete
  85. ada uang ada barang
    gak ada uang abang ditendang
    mungkin begitu

    manusia hampir buta krna uang..tidak bisa berbuat apa2 karena uang

    ReplyDelete
  86. Tuhan itu Allah SWT, tiada Tuhan selain Allah. Uang bukan segalanya, yang menghidupkan manusia bukan Uang, yang memberi kita makan, pakaian, rumah, sepeda motor atau jarum sekalipun bukan Uang, tapi Allah. Tuhan Yang Maha Esa. Segerahlah Anda bertobat, banyak orang yang punya uang dan menginginkan sesuatu, tapi kalau Allah tidak mengehendaki tidak akan tercapai juga.

    ReplyDelete
  87. Jangan sampailah kita mempertuhankan uang, kacau balau jadinya.

    ReplyDelete
  88. Met malam Mas,
    Tiada tuhan, selain Tuhan...
    Salam,

    ReplyDelete
  89. Tidak ada Tuhan selain Alloh.
    itu saja yang saya berusaha untk selalu pegang..!

    ReplyDelete
  90. uang.... pejabat sekarang gila uang... ckckckc ga takut dipenjara.... toh dipenjara nanti dapat fasilitas hotel bintang 5

    tentang pop-up mungkin krn salah satu "banner iklan" kamu coba bannernya dilepas

    ReplyDelete
  91. Uang bukan segala galaya
    TApi ga ada uang susah segala galaya....

    ReplyDelete
  92. haha...gak selamanya

    ntr bikin daun aja sbgai alat tukar
    hahaha

    ReplyDelete
  93. tiada illah selain Allah, tapi memang banyak yang mempertuhankan uang didunia ini

    ReplyDelete
  94. ckckck iya sih untuk kebanyakan orang uang uda jd segalanya. btw ga semua juga, bahkan kan katanya: uang itu tidak mendatangkan kemudharatan untuk orang-orang yang beriman. hehehe mudah2an sih yang punya uang banyakan yang bertakwa drpd yang engga.

    regards

    ReplyDelete
  95. RAIHLAH JATI DIRI MANUSIA.. untuk

    MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang tuk Sahabatku terchayaaaaaank

    I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll

    ReplyDelete
  96. JUJUR inilah yang sedang TERJADI SAAT INI.. menimpa kita semuanya.. MANUSIA LUPA DIRI.. Menganggap UANG adalah SEGALANYA.. BERTUHANKAN UANG.. DIPERBUDAK OLEH UANG.. :sad:

    ReplyDelete
  97. :sad: :sad: :sad: :sad: :sad:

    UANG lagi lagi UANG.. UANG bisa bikin orang mabuk kepayang.. ingat lagunya Nicki Astria..

    ReplyDelete
  98. MANSTAAAABBBS MAS ARI.. KENYATAAN.. manusia diliputi kehidupannya 24 jam oleh uang meliputi pikiran dan hasrat hatinya.. apa enda ciloko

    ReplyDelete
  99. ya cih, emang uang bukan SEGALANYA. tapi segalanya masalah berujung uang.n seakan-akan hidup kita hanya untuk uang.bilang kerja untuk keluarga.padahal kerja untuk uang.siang malam waktu habis hanya untuk 1 dapat UANG.??

    ReplyDelete
  100. Wah itu kaya belum ada yg publish in ke tv kaya nya ya mas

    ReplyDelete
  101. Innalillahiwainnarojiun.
    Doa rakyak miskin dan menderita kemiskinan, ALLAH pasti mendengar.Amin.

    ReplyDelete
  102. Berlomba mencari kekayaan dan mengenyangkan perut sendiri. Nanti juga muntah.
    Kasihan rakyat dan anak bangsa.

    ReplyDelete
  103. kebetulan kemarin saya baru saja menginap di tempat teman lama, rumahnya tepat di bawah pagersuru (kalo gak salah nama desanya kambang sari). karena saya penasaran dengan kisah pagersuru yang diceritakan temen saya, saya browsing internet untuk cari tau, eh malah nyasar ke blog ini. gimana kabar geng "cah ndeso" sekarang? kayaknya menarik ... hehehe

    ReplyDelete
  104. terima kasih postingannya ya..
    salam kenal...
    kunjungi juga blog saya fakultas teknik unand

    ReplyDelete
  105. Mantaps,,, Hidup Indonesia

    Diskusi Internet Sehat yuk
    http://cucuhermaone.blogdetik.com/umum/membangun-peradaban-indonesia-dengan-internet-sehat/

    ReplyDelete
  106. nanti kalau kita masuk neraka maka kita akan bertemu dengan orang2 penting itu dan kita bisa minta tanda tangannya, karena kalau minta tanda tangan sekarang kayaknya susah.

    ReplyDelete
  107. Mudah2an para pejabat negara bisa terbuka hatinya...
    Dengan gaya sombongnya mereka berkuasa...
    Tp yang keluar pake uang negara alias uang rakyat...:(

    ReplyDelete
  108. Tidak ada kata yang pantas untuk seorang yang kenyang adalah "Berbagilah",silakan komentar balik jika berkenan.

    ReplyDelete
  109. Dewan bajingan!..rakyat pasti mendukung sekali kalo tulisan/artikel kaya gini ditempel didepan pintu kantor masing" anggota dewan itu..mereka bisa baca ga ya??..Lam kenal.

    ReplyDelete
  110. saya termasuk orang yang setiiiiiaaaaa banget sama negara ini, gaji potong pajak, dapet hadiah potong pajak, beli barang potong pajak, makan dimana aja potogn pajak.... setiap sudut negara mengintai....tapi tak apalah untuk negara tercinta ini...

    tapi kalau sudah SDM-nya berulah dan banyak tingkah..... kadang2 nurani nuntut untuk putus hubungan dengan pajak...masih mending bayar zakat saja...


    posting jempol gan...

    ReplyDelete
  111. hanya satu kata....pemerintah kita..TULI, BUTA, DAN SEORANG KANIBAL....yang hanya bisa memangsa yang lemah

    ReplyDelete
  112. Mereka bisa "sakti mandraguna" krna dapat mandat dri rakyat klau rakyat meminta kembali mandatnya sinralah kesaktian mereka. masalanya rakyat yg menderita tidak pernah minta kembali, percaya dgn janji2 pemegan mandat lalu diingkari lagi tiap 5 tahu berulang2, bagai andah yg pedih atas penderitaan selain melakukan BERBGI juga memberi penyuluhan pd hari kedaulatan rakyat yangan sembarangan memberi mandat pilihlah yh tepat jangan mau ditipu lagi.

    ReplyDelete
  113. dongeng tentang uang masih menang di negeri ini..

    ReplyDelete
  114. berat banget ya perjuangan kita sebagai rakyat..

    ReplyDelete
  115. AYOLAH QT BIKIN GERKAN UNTUK REVOLUSI DARI KETIDAK ADILAN DSBNYA,

    ReplyDelete
  116. yg dibrantas baru daunnya, ranting, pohon dan akar msh berdiri tegak.

    ReplyDelete
  117. mungkin di tahun mendarang indonesia akan jadi ETHIOPIA :(

    ReplyDelete
  118. wahai umat manusia bertobatlah, kekayaan di dunia adalah semata wayang, jikalau engkau dapat membantu sedikit kepada kaum yang kekurangan, maka engkau akan mendapatkan hidup yang kekal di alam baka.

    ReplyDelete
  119. Seharusnya para wakil rakyat ituuu,,,ga perlu kursus kepribadian ke luar negeri,
    ngabis-ngabisin uang negara aja deehhhh......
    kepribadian tu ada di hati nurani anda masing - masing.
    semoga anda semua sadar akan hal itu,n hidayah akan segera datang untuk menyadarkan hati anda semua.
    q gemes banget liat bapak2 semua,
    hhhh,,,,pengen tak cubiti satu satu.

    ReplyDelete
  120. klo hanya untuk menteri saja mungkin kita masih kaya dann mampu,,, tapi permasalahannya adalah, klo menteri sudah menerima fasilitas seperti itu, biasanya nanti para anggotadewan yg terhormat akan ngiri

    ReplyDelete
  121. Pementasan kemiskinan tidak hanya menjadi tanggungjawab pemerintah. Rakyat juga ikut bertangungjawab terhadap lngkungan sekitarnya. Boleh kita bangga sudah bayar pajak akan tetapi sudahkan kira rakyat pembayar pajak ini sudah taat pada tataran hukum di negeri ini??. Contoh kecil budaya rakyat indonesia yg secara langsung memboroskan APBN/APBD negeri ini : sudahkan buang sampah pd tempatnya, tidak melanggar peraturan lalulintas, tidak parkir sembarangan, tidak berjualan di bahu jalan, tidak melanggar busway, bagi muslim sudahkan bayar zakat mal, tidak nyogok saat untuk jadi PNS/POLRI/TNI,tidak merokok di tempat umum,para pelajar dan mahasiswa belajar kers tidak hanya nongkrong di kafe, tidak pake narkoba,pakai produk dalam negeri,dlll yg menjadi biasa dilakukan rakyat indonesia. Kalau kita sudah menjadi warha indonesi yang baik, yang taat bayar pajak, taat hukum, optimis, nasionalis, boleh kita berteriak semua nkesalahan ada pada pejabat negara. Kalau tidak....... lebih baik diam berkarya dan berdoa.

    ReplyDelete
  122. Menjadi Seorang Menteri, tentu sebuah cita2 banyak orang di Indonesai. Tidak mudah untuk bisa ditunjuk menjadi seorang menteri. Perlu perjuangan dan kerja keras yang pasti dimulai dari kecil. Yang jelas seorang menteri haruslah seorang yang berprestasi. Prestasi tidak mungkin jatuh dari langit. Berlu belajar keras. Rata2 pejabat kita bukan dari keluarga kaya raya. Mereka jebolan Universitas Ternama yang perlu otak yang encer untuk bisa masuk di sana. Ketika mahasiswa pastilah perpustakaan, ruang seminar, laboratorium adalah tempat nongkrong mereka, bukan di kafe-kafe dan lesehan. Buku2 ilmiah adalah bacaannya. Ketika jadi menteri saya kira wajar mereka mendapatkan penghasilan yang lebih dari jerih payahnya ketika masih muda. Sebagai orang tua tentu kita bangga melihat putra/putrinya yang telah bekerja keras saat masih muda bisa menjadi menteri yang tentunya harus berbeda dengan pejabat dibawahnya. jangan munafif bahwa kita sekolah, kerja keras tentu ingin berpenghasilan yang layak. Tentunya perlu perimbangan antara penghasilan dengan tanggungjawabnya.

    ReplyDelete
  123. Para pemegang kekuasaan negeri yg kita cintai ini kan ngak punya otak ,mentingin diri sendiri dan kluarga makanya negeri ini ngak ada habis habisnya musibah ,duka meninpa rakyat yg ngak berdosa .Wahai para penguasa mari
    tobat bersama kalau perlu diruwat satu persatu mumpung
    masih di beri kekuasaan nanti klu pulang kampung cuma diri sendiri!!!!!!!!!!

    ReplyDelete
  124. Gaya hidup pejabat yg penuh kekuasaan dan fasilitas negara dengan gaji yang aduhai. Sisi lain orang juga berusaha dan berharap berhasrat dengan cara masuk partai politik agar bisa jadi pejabat. Berbondonglah orang-orang tanpa bekal dan kualitas ilmu yang pas-pasan masuk partai, termasuk orang yg dulunya cuma penghibur dari dunia seni. Aktris, aktor nafsu banget ingin jadi pejabat. Di pikiran orang-orang seperti itu hanya KEKUASAAN,dan HARTA.
    Kalau pemerintahan sudah beralih fungsi, lantas rakyat mana yang akan bisa bertahan? Negara pun tinggal menunggu kehancurannya... Sangat memprihatinkan sistem perpolitikan di Indonesia.

    ReplyDelete
  125. Rakyat udh terlanjut kecewa dengan kinerja pejabat, yg klo berkoar2 didepan Tv peduli tapi dibelakang.. ??

    ReplyDelete
  126. arie kapan dolan nang pager suru maning
    aja kelalen ya.......... ngawa es kelapa muda.......... terus mbakar bodin nang ngone mbah kunting..........

    ReplyDelete
  127. waw....mantap bos....
    salam kenal ya........
    check it out.. KUNJUNGI JUGA INI YA
    BLOG SAYA

    ReplyDelete
  128. masa kecil euy ku prnh kesana

    ReplyDelete
  129. Good ideas! I like the way you express your idea and the topic you choose. KEep on your sharing! I appreciate it.

    ReplyDelete
  130. semoga orang yang tiudak taat bajak setelah baca ini jadi rajin bayar pajak, makasih banyak atas infonya gan

    ReplyDelete
  131. apa bener bener ada yang di dunia nyata seperti cerita ini......

    ReplyDelete