50 Fakta dan Rahasia Tubuh Manusia saat Puasa yang Sebaiknya Anda Tahu

50 Fakta dan Rahasia Tubuh Manusia saat Puasa yang Sebaiknya Anda Tahu lengkap dengan penjelasan Ilmiahnya.


Personal BLOG | Ternyata saya baru tahu jika ternyata saat kita berpuasa, ada sekitar 50 Fakta dan Rahasia Tubuh Manusia saat Puasa yang baru saya tahu setelah membaca salah satu tulisan di detikHealth [3/7/15].

Setelah saya baca semuanya, ternyata memang beberapa diantaranya saya sudah tahu, namun jauh lebih banyak yang saya belum tahu.

Misalnya diantara 50 fakta tersebut, ada diantaranya yang menyebutkan bahwa ketika kita terlalu banyak tidur selama puasa, ternyata itu akan membuat tubuh kita semakin lemas.

Dengan membaca 50 fakta tersebut, saya jadi semakin bersemangat untuk berpuasa.

Ternyata dengan kita berpuasa, ada banyak sekali manfaat yang didapat oleh tubuh, yang itu semua berakibat baik untuk kesehatan tubuh kita.

Agar anda juga bisa ikut mengetahuinya atau anda juga ingin menyebarkan tulisan yang menurut saya sangat bermanfaat sekali untuk wawasan dan pengetahuan kita ini, silahkan anda bagikan ke teman-teman anda.

Semoga saja ketika teman anda ikut membacanya dan mereka mendapatkan manfaat atas apa yang dibacanya, anda mendapatkan kebaikan atas pengetahuan yang didapat oleh para pembaca atas kebaikan anda berbagi tulisan ini.

Berikut ini akan saya kupas tuntas terkait dengan 50 Fakta dan Rahasia Tubuh Manusia saat Puasa yang Sebaiknya Anda Tahu sebagaimana saya baca dan kutip dari detikHealth.

50 Fakta dan Rahasia Tubuh Manusia saat Puasa yang Sebaiknya Anda Tahu lengkap dengan penjelasan Ilmiahnya


[dropcaps round="no"]Catatan: Untuk mempermudah membacanya, silahkan ketika sudah selesai membaca pertama, diklik saja point pertamanya agar terhiden[tersembunyikan] sehingga akan lebih mudah membaca untuk point-point berikutnya sampai ke 50 :-)[/dropcaps]

[toggle title="1. Asupan Buka dan Sahur Pengaruhi Kondisi di Siang Hari" state="open"]"Kebugaran tubuh di siang hari saat berpuasa sangat dipengaruhi oleh makanan dan minuman apa yang dikonsumsi saat sahur dan berbuka," papar dr Phaidon L Toruan, seorang praktisi kesehatan.

Menurut dr Phaidon, kebiasaan menyediakan makanan 'apa adanya' tanpa memikirkan komposisi nutrisinya merupakan penyebab mengapa banyak orang menjadi tidak aktif beraktivitas saat berpuasa. Agar puasa tanpa lemas di siang hari, masukkan sayur dan buah-buahan dalam menu buka dan sahur agar kebutuhan vitamin dan mineral tetap terpenuhi.[/toggle]

[toggle title="2. Hilang Fokus Akibat Tidak Sahur" state="open"]Beberapa orang merasa berat meninggalkan kasur, alhasil lebih memilih melanjutkan tidur ketimbang bangun untuk makan sahur. Padahal makan dan minum saat sahur memegang peranan penting.

Menurut spesialis gizi, dr Tirta Prawita Sari, MSc, SpGK, tubuh manusia sangat mampu bertoleransi terhadap kondisi tertentu. Tubuh lebih sulit bertahan tanpa air dibandingkan tanpa makanan. Karena lapar dan haus di siang hari, maka seseorang mudah kehilangan fokus. Itu makanya jangan tinggalkan makan dan minum saat sahur.[/toggle]

[toggle title="3. Hati Juga Berkesempatan Istirahat" state="open"]Hati yang merupakan kelenjar terbesar di dalam tubuh berfungsi untuk membantu fungsi ginjal dengan cara memecah beberapa senyawa yang bersifat racun dan menghasilkan amonia, urea, dan asam urat dengan memanfaatkan nitrogen dari asam amino.

Proses pemecahan senyawa racun oleh hati disebut proses detoksifikasi. Dengan berpuasa, di mana makanan tidak ada makanan yang masuk selama 12 jam akan memberi kesempatan pada hati dan organ pencernaan lain untuk lebih bisa beristirahat.[/toggle]

[toggle title="4. Usus Besar Lebih Santai" state="open"]Usus besar pada tubuh memiliki banyak peran, di antaranya adalah menyerap air selama proses pencernaan, menghasilkan vitamin K dan vitamin H (Biotin), membentuk massa feses, dan mendorong sisa makanan hasil pencernaan keluar dari tubuh.

Dengan tidak makan selama beberapa jam, sudah pasti usus besar menjadi lebih santai sehingga bisa beristirahat sejenak.[/toggle]

[toggle title="5. Tubuh Sulit Cerna Makanan Jika Tidur Usai Sahur" state="open"]Banyak orang yang memilih kembali ke peraduan begitu menyelesaikan makan sahurnya. Padahal sesudah sahur lambung dalam keadaan penuh sehingga aliran darah yang berisi oksigen dan sari makanan akan menuju ke sekitar lambung.

Saat aliran darah terpusat di lambung, otomatis aliran darah ke otak, sel di tangan, kaki, dan bagian tubuh lain pun menurun. Akibatnya, aliran darah tidak terdistribusi dengan baik. Bukannya tubuh kekurangan oksigen, tetapi karena tidak ada yang mengantarkan oksigen dan sari makanan ke organ yang lain.[/toggle]

[toggle title="6. Masih Bisa Menyusui Meski Sedang Puasa" state="open"]Saat berpuasa biasanya ibu menyusui khawatir produksi ASI akan menurun akibat waktu makan ibu yang berkurang. Menanggapi hal tersebut, dr Utami Roesli, SpA, IBCLC, FABM, dari RS St Carolus Jakarta mengatakan bahwa berpuasa tidak akan berpengaruh pada ASI. dr Utami menuturkan puasa tidak memengaruhi kualitas dan kuantitas ASI.

Kualitas dan kuantitas ASI dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsi oleh sang ibu. Maka dari itu makanan yang dimakan oleh ibu menyusui harus memiliki gizi yang cukup. Ada baiknya saat berbuka makan porsi kecil tapi sering, perbanyak konsumsi cairan, serta istirahat yang cukup.[/toggle]

[toggle title="7. Bisa Lebih Panjang Umur" state="open"]Joel Fuhrman MD, pengarang Eat to Live: The Revolutionary Plan for Fast and Sustained Weight Loss dan Fasting and Eating for Health mengatakan ada ratusan penelitian yang menunjukkan bahwa ketika hewan diberi makan lebih sedikit kalori, mereka memiliki kecenderungan hidup lebih lama.

Studi pada hewan mulai dari cacing tanah hingga monyet telah menunjukkan bahwa puasa dan diet dengan kalori terbatas merupakan cara yang dapat diandalkan untuk memperpanjang umur. "Jika ingin hidup lebih lama maka makanlah yang sehat dan puasalah secara berkala," saran Fuhrman.[/toggle]

[toggle title="8. Stres dan Depresi Berkurang" state="open"]Bagi tubuh, puasa bisa memberikan dampak mengurangi stres dan depresi. Hal ini antara lain dibuktikan oleh Agnese Barolo, seorang life coach, di New Rochelle, New York.

Beberapa kali saat pasien stres dan depresi datang, Agnese akan menganjurkan puasa guna mengatasi stres dan depresinya. Menurutnya, dengan tidak makan beberapa jam dalam sehari, seseorang akan belajar untuk mengendalikan hidup mereka. Jika bisa mengendalikan hidupnya, maka mereka akan bisa mengatasi masalah yan membelit sehingga akan terbebas dari stres dan depresi.[/toggle]

[toggle title="9. Mual dan Muntah Saat Sahur dengan Porsi Besar" state="open"]Beberapa orang memilih makan dengan porsi besar pada saat sahur. Tujuannya adalah agar lebih awet kenyang.

Namun bukannya awet kenyang, makan dengan porsi besar pada saat sahur bisa memicu munculnya rasa mual dan muntah. Apalagi jika yang bersangkutan langsung tidur seusai sahur. Dengan posisi tidur, makanan akan lebih mudah kembali ke atas.[/toggle]

[toggle title="10. Lebih Tahan Lapar dengan Makan Buah" state="open"]Pada saat puasa, tubuh akan lebih tahan lapar jika Anda memasukkan buah-buahan dalam menu sahur. Sebab buah-buahan mengandung serat yang tinggi.

Makanan yang tinggi serat akan lebih bertahan lama di usus. dr A.R Inge Permadhi, MS, SpGK dari Siloam Hospital menegaskan bahkan manfaat buah akan makin besar bila dikonsumsi berikut kulitnya, terutama untuk buah apel, pir, dan anggur. "Untuk jeruk makanlah dengan serat buahnya yang berwarna putih," terangnya.[/toggle]

[toggle title="11. Atasi Akumulasi Cairan Berlebihan" state="open"]Saat berpuasa, seseorang tidak akan minum selama belasan jam. Nah, pengurangan konsumsi air selama puasa, bisa membantu mengatasi akumulasi cairan yang berlebihan pada tubuh. Proses 'pengeringan' ini akan mengatasi pembengkakan pada perut, kaki, dan lutut yang sering dialami saat wanita menstruasi.[/toggle]

[toggle title="12. Bisa Meredakan Nyeri" state="open"]Puasa bukan sekadar kegiatan keagaamaan yang wajib dilakukan umat Muslim, karena kenyataannya puasa memberi efek luar biasa bagi peningkatan kesehatan tubuh. Puasa bisa membantu meredakan nyeri pada persendian, bagi orang yang menderita arthritis atau radang sendi.

Sebuah penelitian menunjukkan, adanya hubungan antara membaiknya radang sendi dan peningkatan kemampuan sel netrofil dalam membasmi bakteri. Netrofil inilah yang berperan dalam menetralkan racun maupun bakteri selama tubuh berpuasa.[/toggle]

[toggle title="13. Bibir Pecah dan Kering" state="open"]Saat puasa tubuh tidak mendapat pasokan air sebanyak hari-hari biasa sehingga jika saat sahur dan berbuka tidak mendapat cairan memadai, risikonya adalah dehidrasi. Selain itu, keluhan lainnya yaitu bibir yang pecah-pecah akibat asupan air yang tidak memadai.

Bibir menjadi bagian tubuh yang paling terasa kering dan pecah-pecah karena jarangnya kontak dengan air. Karena itu tak ada salahnya memperbanyak makan buah saat buka dan sahur, sehingga kelembaban bibir akan kembali dan terhindar dari pecah-pecah.[/toggle]

[toggle title="14. Makan Terlalu Banyak Saat Sahur Bikin Lemas" state="open"]Menu yang dimakan saat sahur akan memengaruhi kinerja tubuh selama seharian penuh. Sama halnya dengan porsi yang dikonsumsi saat makan sahur, banyak orang makan dengan porsi besar dengan alasan agar mempunyai energi cadangan saat puasa. Padahal makan terlalu banyak saat sahur justru bisa membuat perut kekenyangan dan tubuh bertambah lemas.[/toggle]

[toggle title="15. Tubuh Cenderung Pilih Makanan Tinggi Gula dan Minyak" state="open"]Tidak sedikit pria maupun wanita yang tergoda mengonsumsi gorengan dan minuman manis saat berbuka puasa.

Menurut pakar gizi dan nutrisi, Emilia E. Achmadi MS. RD., saat tubuh tidak mengonsumsi makanan dan cairan seharian maka gula darah turun. Hal itu memicu hormon alami manusia untuk mencari makanan yang tinggi gula dan minyak.[/toggle]

[toggle title="16. Berat Badan Bisa Naik Saat Puasa" state="open"]Orang berpikir, dengan pola makan yang hanya 2 kali sehari dapat menjadikan puasa sebagai ajang diet. Namun, perlu diperhatikan bahwa puasa juga menjadi penyebab berat badan naik akibat asupan makan yang terlalu banyak saat berbuka. Orang yang berpuasa cenderung kalap saat berbuka sehingga hal ini menjadi salah satu pemicu berat badan naik.[/toggle]

[toggle title="17. Bisa Terhindar dari Junk Food" state="open"]Junk food dikenal dengan cita rasanya yang enak dan gurih di lidah sehingga kerap kali sulit untuk dihindari. Namun dengan berpuasa, maka Anda akan lebih mampu mengatasi godaan pada makanan yang tidak sehat seperti junk food. Dengan pola makan yang sehat saat puasa, tubuh akan terlatih menahan godaan yang menggiurkan untuk mengonsumsi makanan yang tidak sehat.[/toggle]

[toggle title="18. Mata Cekung atau Muncul Lingkaran Hitam" state="open"]Puasa Ramadan terkadang membuat pola tidur berubah. Perubahan jam biologis tubuh terjadi karena harus bangun untuk sahur. Hal ini tidak jarang menyebabkan seseorang kurang tidur jika yang bersangkutan bangun sahur terlalu cepat, lalu usai makan sahur malah asyik menonton televisi, misalnya.

Karena itu, umat Muslim dianjurkan mengakhirkan waktu sahur. Tubuh yang kurang tidur serta kelelahan, biasanya membuat mata menjadi cekung atau muncul lingkaran hitam di mata. Untuk membuat mata cekung kembali terlihat segar, bisa diberikan kompres pada mata selama 15 menit.[/toggle]

[toggle title="19. Jangan Berlebihan Olahraga" state="open"]Meski puasa, jangan jadi alasan untuk tidak berolahraga. Tapi ingat tidak perlu melakukan olahraga berat. Lakukanlah olahraga dalam intensitas ringan saat sedang berpuasa.

Ahli kedokteran olahraga menyarankan agar olahraga dilakukan setengah jam setelah sahur dengan intensitas ringan 30 menit sampai satu jam. "Olahraga dengan intensitas berat dikhawatirkan membuat energi yang dikeluarkan terlalu banyak. Hal ini membuat dehidrasi serta mudah lelah," ujar dr Michael Triangto, SpKO.[/toggle]

[toggle title="20. Keluhan Kadar Gula Darah" state="open"]Ibadah puasa memang diwajibkan bagi seluruh umat Muslim, namun harus perhatikan kadar gula darah tubuh agar tidak terjadi komplikasi yang berbahaya. Jika seseorang mengalami episode hipoglikemi yaitu kadar gula darah rendah di bawah 100 mg/dl maka dapat timbul rasa pusing, keluar keringat dingin, jantung berdebar dan kesadaran pun menurun.

Sama halnya dengan kadar gula darah di atas 300 mg/dl, akan menyebabkan seseorang kehabisan energi di tubuh. Oleh sebab itu, perhatikan kadar gula darah sebelum dan saat menjalankan puasa.[/toggle]

[toggle title="21. Keluhan Kulit Tampak Keriput" state="open"]Ingat, memenuhi kebutuhan cairan sebaiknya dijadikan salah satu prioritas saat berpuasa. Sebab, cairan tidak bisa disimpan dalam waktu lama di tubuh karena kemampuan tubuh menyimpan cairan terbatas.

Berbeda halnya dengan makanan yang bisa disimpan di dalam tubuh lebih lama. "Kalau seseorang tidak mampu memenuhi kebutuhan cairan saat berbuka dan sahur, akibatnya sel kulit menjadi haus terus, nanti kelihatan keriput, tidak elastis dan kering," tutur ahli gizi, Rita Ramayulis DCN, Mkes. Jadi saat sahur dan berbuka, minumlah yang cukup sebagai bekal.[/toggle]

[toggle title="22. Sakit Gigi" state="open"]Pada saat berbuka puasa, banyak orang yang memilih minuman manis plus dingin karena dianggap menyegarkan. Jika memiliki gigi sensitif, maka hal itu bisa menyebabkan gigi menjadi sakit. Selain itu, kebiasaan langsung tidur setelah sahur tanpa menyikat gigi juga meningkatkan peluang sakit gigi saat berpuasa.[/toggle]

[toggle title="23. Keluhan Pusing" state="open"]Puasa Ramadan merupakan puasa wajib yang harus dilakukan selama satu bulan penuh oleh umat Muslim. Terkadang, rasa pusing kerap dialami oleh beberapa orang di saat sedang berpuasa.

Hal ini biasanya terjadi karena orang tersebut memang memiliki tekanan darah atau kadar gula darah yang rendah. Sehingga, dengan tidak adanya asupan makan sepanjang pagi hingga sore akan memengaruhi kondisinya.[/toggle]

[toggle title="24. Munculnya Bau Mulut" state="open"]Bau mulut saat puasa bisa muncul karena berkurangnya air liur. Namun bau mulut juga bisa muncul akibat cairan pencernaan yang tetap keluar meskipun tidak ada makanan yang dikonsumsi. Selain itu, cadangan lemak dalam tubuh juga melepaskan bahan kimia keton yang didorong bersamaan dengan keluarnya napas. Kondisi itulah yang menjadi pemicu timbulnya bau mulut.[/toggle]

[toggle title="25. Jumlah Air Liur Berkurang" state="open"]Menurut sebuah penelitian, kurangnya cairan yang diminum selama berpuasa membuat kelenjar ludah tidak menghasilkan air liur yang cukup.

Dengan kurangnya air liur yang mengalir ke dalam rongga mulut selama berpuasa, rongga mulut menjadi kering serta bakteri semakin berkembang di lidah dan gigi. Itu makanya kerap ada keluhan bau mulut selama berpuasa. Untuk itu, penuhi kebutuhan cairan yang cukup saat sahur dan berbuka.[/toggle]

[toggle title="26. Manfaat Misterius untuk Otak" state="open"]Perubahan pola makan saat berpuasa memicu banyak perubahan pada tubuh, salah satunya organ otak. Sebuah studi yang dilakukan National Institute on Aging menunjukkan bahwa pengurangan selang waktu makan dapat melindungi otak dari penyakit seperti alzheimer dan parkinson.

Pembatasan makan ini merangsang produksi neuron baru dari sel induk dan dapat meningkatkan plastisitas sinaptik. Sehingga hal itu dapat meningkatkan kemampuan otak untuk melawan penuaan dan memulihkan cedera fungsi lanjutan.[/toggle]

[toggle title="27. Dapat Menurunkan Kecanduan Merokok" state="open"]Efek nikotin yang ada pada rokok menjadi faktor penguat seseorang untuk sulit berhenti merokok. Namun, puasa ternyata mampu menurunkan kadar kecanduan pada seorang perokok yang tentunya dengan niat yang kuat. Kebanyakan orang akan takjub betapa mudahnya untuk berhenti merokok saat berpuasa karena gejala-gejala penarikan dari kecanduan nikotin dapat diselesaikan dengan cepat oleh tubuh.[/toggle]

[toggle title="28. Perilaku Tidur yang Berubah" state="open"]Umumnya orang memerlukan waktu tidur selama 4-11 jam setiap hari, tergantung pada kebiasaan dan karakteristik genetiknya. Namun ketika puasa Ramadan, lama waktu tidur ini harus terputus oleh makan sahur.

Dengan adanya jam makan sahur yang terkadang menyela waktu tidur, gangguan tidur kerap dialami selama bulan Ramadan. Maka dari itu, ada baiknya tetap menjaga kualitas tidur selama puasa agar tidak menganggu konsentrasi. Di sisi lain, tahapan tidur nyenyak kerap justru kerap dirasakan selama masa berpuasa jika jam tidur seseorang terpenuhi.[/toggle]

[toggle title="29. Usus Mengecil" state="open"]Biasanya, asupan makan seseorang terjadi sebanyak 3 kali sehari. Namun, puasa mengubah jadwal serta pola makan yang berdampak pada sistem pencernaan seseorang.

Saat puasa, usus akan mengecil karena tak ada makanan yang masuk selama belasan jam. Sehingga saat berbuka, ada baiknya mengonsumsi makanan yang sehat dan menyegarkan agar usus mampu mencerna dengan baik.[/toggle]

[toggle title="30. Asam Lambung Bisa Naik Saat Buka Puasa" state="open"]Beberapa orang mengeluh asam lambung yang naik sesaat setelah berbuka puasa. Menurut penelitian di Paris yang melibatkan 13 sukarelawan, ternyata memang bisa terjadi peningkatan asam lambung pada minggu pertama puasa. Ini bisa terjadi akibat makanan yang dikonsumsi saat berbuka puasa.

Menurut pakar gizi, saat berbuka puasa sebaiknya hindari menu makanan yang terlalu manis, asam atau berlemak. Sebab, jenis makanan seperti itu dapat meningkatkan asam lambung. Gorengan dan buah yang asam merupakan makanan yang sebaiknya dihindari agar tidak terjadi hal tersebut, apalagi pada orang yang punya mag. [/toggle]

[toggle title="31. Tubuh Baik-baik Saja Meski Donor Darah" state="open"]Donor darah saat puasa? Boleh-boleh saja. Tubuh memiliki kapasitas darah kira-kira sebanyak 5.000 cc sampai 6.000 cc, tergantung dari berat badan seseorang. Saat donor darah, hanya 300 cc darah di tubuh yang diambil. Karena hanya sedikit diambil, maka tidak berdampak apa-apa pada tubuh seseorang saat berpuasa.

"Diambil 300 cc saja nggak ada artinya untuk tubuh. Kondisi yang berbahaya jika darah ditubuh berkurang sebesar 50 persen," ujar Dr. dr. Aru Wisaksono Sp.PD, KHOM, FACP, pakar hematologi.[/toggle]

[toggle title="32. Diare dan Sakit Perut" state="open"]Pada awal puasa, masyarakat cenderung tidak memperhatikan pola makannya. Karena itu, gangguan pencernaan adalah salah satu masalah yang sering dijumpai.

Kondisi tersebut biasanya terjadi karena salah makan saat sahur dan berbuka, apalagi mayoritas masyarakat Indonesia biasanya mengonsumsi makanan yang tidak tepat. Misalnya makanan yang terlalu pedas dan banyak kandungan gasnya.[/toggle]

[toggle title="33. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh" state="open"]Saat berpuasa adalah saatnya mengistirahatkan tubuh dari berbagai jenis makanan yang tidak sehat. Puasa pun dapat memicu proses penyembuhan bagi tubuh seseorang.

Ketika seseorag makan, maka tubuhnya bekerja keras mengeluarkan enzim pencernaan untuk mencerna dan menyalurkannya ke seluruh tubuh. Sedangkan selama berpuasa, energi dialihkan dari sistem pencernaan lantaran tidak ada makanan yang diproses. Energi yang tidak terlalu besar dialihkan untuk hal lain, sehingga mampu memicu sistem kekebalan pada tubuh.[/toggle]

[toggle title="34. Banyak Tiduran Malah Bikin Lemas" state="open"]Tidak sedikit orang yang hanya tidur-tiduran untuk menghabiskan waktu siangnya saat puasa. Padahal kebiasaan itu justru membuat tubuh lemas dan tak bertenaga.

Penyebabnya adalah pada saat puasa, sebenarnya tubuh dipersiapkan dalam kondisi 'on'. Pada saat tubuh dalam kondisi siaga dan orang sengaja menidurkannya dengan tidur-tiduran maka otot-otot tubuh akan melemas.[/toggle]

[toggle title="35. Melindungi Otot" state="open"]Siapa bilang puasa membuat otot lemah?

Dr Benjamin D Horne, PhD, MPH, Direktur Kardiovaskular dan Epidemiologi Genetik menemukan bahwa saat berpuasa, tubuh akan menghasilkan hormon pertumbuhan atau yang dikenal dengan Human Growth Hormone (HGH). Hormon inilah yang bekerja melindungi otot dan menjaga keseimbangan metabolik.[/toggle]

[toggle title="36. Baik untuk Kesehatan Jantung" state="open"]Peneliti jantung dari Intermountain Medical Center Heart Institute melaporkan bahwa puasa tidak hanya menurunkan risiko seseorang dari penyakit arteri koroner dan diabetes, tapi juga menghasilkan perubahan yang signifikan pada kadar kolesterol.

Ditemukan bahwa puasa membantu meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL), sehingga kondisi ini akan mengurangi faktor risiko dari penyakit jantung koroner.[/toggle]

[toggle title="37. Perut Begah atau Kembung di Awal Puasa" state="open"]Keluhan sebagian orang saat menjalani puasa hari pertama adalah perut yang terasa begah.

Menurut dr Hendrawan Nadesul perut begah ketika puasa biasanya dialami pada 2 hari awal puasa. Setelah itu perut akan mulai terbiasa. Nah, untuk menghindari perut begah sebaiknya tidak makan makanan yang pedas serta mengandung gas pada saat sahur.[/toggle]

[toggle title="38. Uring-uringan Saat Puasa" state="open"]Berpuasa umumnya membuat orang menjadi lebih mampu menahan emosi, namun faktanya tak jarang juga orang yang berpuasa uringan-uringan karena lapar atau lelah.

Saat ini terjadi, kemungkinan tubuh banyak melepas hormon kortisol, yang diproduksi akibat stres karena lelah dan lapar. Maka dari itu, rileks dan menumbuhkan perasaan positif dapat dilakukan di sela-sela aktivitas agar menurunkan kadar hormon kortisol.[/toggle]

[toggle title="39. Mengistirahatkan Saluran Pencernaan" state="open"]Membiarkan saluran pencernaan agar beristirahat sejenak merupakan kunci utama mengapa puasa bisa menyehatkan.

Saat berpuasa, organ-organ yang biasanya bekerja keras untuk mencerna makanan dapat beristirahat sejenak dengan memperlambat sekresi cairan pemecahan zat makanan. [/toggle]

[toggle title="40. Bisa Menurunkan Tekanan Darah Tinggi" state="open"]Jika Anda memiliki masalah dengan tekanan darah tinggi, cobalah berpuasa untuk mengontrol hal tersebut.

Salah satu manfaat yang didapat dengan berpuasa adalah membuat tubuh mengurangi produksi hormon tertentu, seperti adrenalin, yang dapat meningkatkan naiknya tekanan darah.[/toggle]

[toggle title="41. Meningkatkan Sistem Imun" state="open"]Puasa telah lama dilakukan manusia karena memiliki banyak manfaat. Salah satu manfaatnya adalah meningkatkan sistem imun tubuh dengan rutin berpuasa dan menjaga pola makan tetap sehat selama puasa. Berbuka dengan asupan yang kaya dengan mineral dan vitamin membuat pertahanan tubuh semakin kuat. Puasa juga meminimalkan ngemil makanan yang tidak sehat. [/toggle]

[toggle title="42. Suhu Tubuh Naik Saat Berpuasa" state="open"]Umumnya pada saat berbuka puasa, orang-orang memilih meminum air es atau air dingin karena terasa menyegarkan. Padahal lebih dianjurkan untuk minum air yang hangat.

Mengapa? Sebab, saat berpuasa suhu tubuh akan naik menjadi lebih hangat. Jadi dengan konsumsi air yang sama suhunya dengan kondisi tubuh membuat lambung mampu beradaptasi.[/toggle]

[toggle title="43. Glukosa Bisa Turun Akibat Minum Berlebihan" state="open"]Minum air sebanyak 8 gelas, memang disarankan agar energi yang dibutuhkan tubuh bisa tercukupi. Meski begitu, jangan pula berlebihan saat mengonsumsi air karena lambung hanya mampu menampung air sebanyak 1 liter, sehingga jika dalam sekali kesempatan minum lebih dari 1 liter tentu tidak dianjurkan.

Dipaparkan ahli gizi, dr Saptawati Bardosono, MS bahwa jika lambung kepenuhan air maka kadar glukosa akan turun. "Makin banyak air yang masuk, kandungan natrium di tubuh bisa turun. Itu bahaya, bisa sebabkan pingsan," ujarnya. [/toggle]

[toggle title="44 Bisa Turunkan Kadar Lemak dan Massa Otot" state="open"]Secara metabolik yang sehat, selama empat pekan berpuasa maka berat badan bisa turun sebanyak 2 kg. Saat bobot tubuh turun, maka lemak dan massa otot juga berkurang. Ketika berpuasa, tubuh membakar glukosa yang tersisa untuk menghasilkan energi.

Saat glukosa telah habis, tubuh akan membakar lemak yang tersimpan di otot untuk menghasilkan energi. Karenanya tubuh akan mengurai lemak di dalam tubuh agar tetap menghasilkan energi.[/toggle]

[toggle title="45. Kalap Beli Makanan Berbuka" state="open"]Pernah merasa kalap untuk memborong makanan untuk berbuka? Kondisi tersebut dinamakan emotional eating, yaitu di mana seseorang memiliki keinginan makan yang berlebihan.

Selama puasa, kecenderungan emotional eating memang tinggi karena kondisi lambung sedang lapar. Kondisi tersebut berasal dari munculnya hormon yang mengirimkan sinyal lapar dari hipotalamus akibat mencium aroma makanan.[/toggle]

[toggle title="46. Tubuh Lebih Bugar" state="open"]Pada dasarnya, puasa di bulan Ramadan bisa menjadi detoksifikasi tubuh. Dengan berpuasa, organ-organ di tubuh dapat diistirahatkan selama beberapa jam.

Organ tidak bekerja terlalu keras selama beberapa jam karena waktu makan dibatasi, sehingga setelah berpuasa selama sebulan tubuh akan terasa lebih bugar.[/toggle]

[toggle title="47. Cepat Mengantuk" state="open"] Saat berpuasa, kebanyakan orang akan merasakan dua hal yaitu lapar dan mengantuk. Keduanya ini memang memiliki hubungan karena saat lapar melanda, maka tubuh menjadi lebih cepat mengantuk.

Perlu diingat pula, mengantuk saat puasa di siang hari, berkaitan dengan asupan makan saat sahur. "Sebaiknya kurangi karbohidrat saat sahur. Karbohidrat memiliki gula yang membuat tubuh cepat lapar. Lapar inilah yang membuat kita menjadi lebih mengantuk," ujar dr A. R. Inge Permadhi, MS, SpGK. [/toggle]

[toggle title="48. Lemas Datang Akibat Kelelahan" state="open"]Banyak orang yang mengeluh merasa lemas saat berpuasa. Perlu diingat rasa lemas tersebut bukanlah berasal dari kurangnya stok darah di tubuh, melainkan akibat kelelahan. "Kurang istirahat atau terlalu capai dapat membuat tubuh lemas sata puasa," ujar dr Ronald Hukom SpPD, KHOM. [/toggle]

[toggle title="49. Bobot Bisa Turun 2-4 Kg" state="open"]Beberapa orang menggunakan puasa sebagai salah satu program diet penurunan berat badannya. Namun para ahli merekomendasikan bahwa puasa selama sebulan jangan sampai menurunkan bobot lebih dari 4 kg.

Jika bobot tubuh turun lebih dari itu akan mengganggu sistem metabolisme tubuh. Risikonya adalah akan terbentuk lebih banyak lemak sehingga membuat bobot tubuh kembali naik. Karena itu sebaiknya makanlah dengan porsi yang wajar pada saat berbuka dan sahur. [/toggle]

[toggle title="50. Tubuh Bisa Bertahan Tanpa Asupan Selama 12 Jam" state="open"]Ibadah puasa yang berlangsung dari sebelum matahari terbit hingga matahari terbenam, membuat sebagian orang merasa lemas. Mereka seringkali beralasan karena tidak adanya asupan yang diberikan untuk tubuh.

Padahal secara medis, tanpa makan dan minum dalam rentang waktu 12 jam tidak berdampak apa-apa pada tubuh. Apalagi, dengan asupan yang banyak diperoleh saat sahur dan berbuka maka tubuh tidak akan mendapatkan masalah yang besar.[/toggle]

Dari ke 50 Fakta dan Rahasia Tubuh Manusia saat Puasa tersebut semoga saja memberikan tambahan kita serta pengetahuan kita agar semakin semangat ketika menjalankan puasa. Termasuk jangan lagi bermalas-malasan dan banyak tidur karena ternyata ketika banyak tidur saat puasa hal itu justru membuat tubuh kita jadi semakin lemas dalam menjalankan ibadah puasa. Silahkan dibagikan, semoga bermanfaat.

No comments